x
x

Olah Hama Padi Jadi Pupuk, Mahasiswa UMY Yogya Ini Raih Hadiah dan Modal Jutaan Rupiah

JATIMKINI.COM, Dua mahasiswa Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) berhasil mengharumkan nama kampus di ajang Business Plan Competition Economic Management Creative yang diselenggarakan Universitas Negeri Semarang (UNNES) pada pertengahan Agustus lalu. Mereka adalah Arief Reksa Pambudi (Prodi Hukum, 2024) dan Aulia Fristi Ningsih (Prodi Akuntansi, 2023), yang keluar sebagai Juara 1 setelah menyisihkan lebih dari 300 tim peserta dari seluruh Indonesia. Sementara juara kedua dan ketiga dalam ajang ini diraih oleh tim mahasiswa UNNES.
 
Dalam wawancara dengan Jatimkini.com pada Jumat ( 5 /9/2025 ), Reksa dan Aulia mengusung ide bisnis inovatif berupa pemanfaatan hama padi, khususnya keong, menjadi pupuk organik cair (biofertilizer) dengan konsep circular agriculture. Gagasan ini lahir dari pengalaman Reksa yang sejak kecil tumbuh dalam keluarga petani. “Kami ingin mengubah masalah menjadi solusi. Dari hama yang merugikan petani, kami olah kembali menjadi pupuk yang bermanfaat bagi tanaman padi,” ungkap Reksa.
 
Sebelum mengikuti lomba, keduanya telah aktif mengembangkan bisnis ini melalui program pendanaan P2MW Kemendikti Saintek dan menjalin kerja sama dengan berbagai pihak, mulai dari BPPSDMP Kementerian Pertanian, Desa Sejahtera Astra, kelompok tani, hingga Kelompok Wanita Tani (KWT). Dukungan ini menjadi bukti bahwa inovasi mereka tidak hanya sebatas ide, tetapi sudah diuji coba langsung di lapangan.
 
Dari sisi keuangan, Aulia berperan merancang perhitungan bisnis yang matang. “Investor lebih percaya jika produk punya proyeksi keuntungan yang jelas. Karena itu kami membuat analisis finansial lengkap, mulai dari biaya produksi, margin, hingga ROI (Return on Investment), NPV (Net Present Value), dan IRR (Internal Rate of Return). Sejak awal, kami ingin menunjukkan bahwa bisnis ini punya prospek jangka panjang,” jelasnya.
 
Perjalanan menuju kompetisi tidak mudah. Sejak akhir 2024, keduanya mulai menyusun konsep, lalu mengeksekusinya pada September. Mereka harus melewati seleksi Business Model Canvas (BMC), proposal, hingga semifinal daring, sebelum akhirnya tampil di babak final di UNES.
 
Reksa mengakui perjuangan penuh tantangan, terutama dalam riset dan pengembangan (R&D). “Satu formulasi pupuk butuh waktu fermentasi sebulan. Belum lagi uji coba di lahan berbeda selama tiga bulan. Biayanya juga besar, sekali uji coba bisa habis Rp750 ribu. Tapi berkat dukungan tim dan stakeholder, kami bisa bertahan sampai sekarang,” paparnya.
 
Aulia pun menambahkan bahwa tantangan terbesar ada pada bahan dasar pupuk yang berasal dari keong.
“Awalnya saya ragu karena basic saya akuntansi, sementara produk ini butuh proses teknis yang rumit. Tapi berkat tim yang solid dan kolaborasi dengan stakeholder, saya tetap semangat. Bisnis itu tidak bisa jalan sendiri, butuh jaringan dan kerja sama,” ujarnya.
 
Kemenangan ini menjadi pengalaman berharga sekaligus tidak terduga bagi mereka. “Rasanya bangga sekaligus tidak menyangka bisa juara 1. Semoga makin banyak inovator muda dari UMY yang ikut berkontribusi untuk Indonesia Emas 2045,” kata Reksa.
 
Meski masih dalam tahap pengembangan, pupuk organik cair dari hama padi ini sudah mulai didistribusikan terbatas melalui Dinas Pertanian Kabupaten Sleman dan kelompok tani mitra. Namun, produk ini belum dipasarkan secara luas karena masih menunggu proses legalitas. “Sekarang baru didistribusikan ke masyarakat dan kelompok tani, belum dikomersialisasikan,” pungkas Reksa.

Berita Terbaru
Kamis, 25 Sep 2025 10:18 WIB

Rute Penerbangan Baru Bandara Juanda, Dorong Konektivitas dan Pariwisata

Wings Air menambah tiga rute penerbangan baru melalui Bandara Internasional Juanda guna memperkuat sektor pariwisata.
Kamis, 25 Sep 2025 10:09 WIB

PLN Aksi Bersih Pantai Tambak Wedi Surabaya di Hari Kesaktian Pancasila

PLN menunjukkan aksi nyata kepedulian lingkungan dengan menggelar kegiatan bersih-bersih pantai di Tambak Wedi Kenjeran, Surabaya.
Kamis, 25 Sep 2025 09:39 WIB

Terminal Teluk Lamong Kian Dipercaya, COSCO Shipping Tambah Rute Internasional

Sandarnya MV Xin Tai Cang di Terminal Petikemas Lamong menjadikan TTL menambah panjang pelayaran internasional yang memberinya kepercayaan.
Kamis, 25 Sep 2025 08:06 WIB

Menapaki Selera Kaki Bangsa Korsel

JATIMKINI.COM, Melani Septina Mutya Surya, seorang pengusaha muda asal Kabupaten Mojokerto - Jawa Timur, mungkin tidak pernah membayangkan bahwa perjalanan
Rabu, 24 Sep 2025 19:00 WIB

Perkuat Keandalan Listrik, PLN Gelar Pemeliharaan Tanpa Padam di Tuban

PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Timur menggelar kegiatan pemeliharaan jaringan tanpa padam bertajuk Maraton (Maksimalkan Pemeliharaan JTM
Rabu, 24 Sep 2025 17:19 WIB

Booth FIFGROUP di IMOS 2025 Dibuka, Sajikan Promo Spesial dan Hadiah Motor Honda Lewat Pegang Asyik

JATIMKINI.COM, PT Federal International Finance (FIFGROUP), anak perusahaan PT Astra International Tbk sekaligus bagian dari Astra Financial, resmi membuka