x
x

Perkuat Perdagangan, Forbisda Hasilkan Kesepakatan Bersaama BIsnis Sebesar Rp 840 Miliar.

JATIMKINI.COM, Hasil kesepakatan perdagangan dari Forum Bisnis Daerah (Forbisda) di Surabaya kemarin dari hasil Nota Kesepahaman (MoU) antara PT Sumber Yalasamudra Banyuwangi dan UD. Hidup Jaya, PT. Somawi Surya Semesta dengan PT. Berkat Mandiri Proteksindo, dan PT Juma Berlian dengan Melbourne Wealth Group, dan GAPERO Jawa Timur & PT Eratatel Prima mampu meraih total sebasar Rp 840 miliar. Dari kesepakatan ini nantinya, akan turut meningkatkan perekonomian wilayah timur Indonesia.

Sementara itu, Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan, Moga Simatupang secara tegas mengatakan,  kebutuhan perdagangan antar daerah masih perlu ditingkatkan dengan optimal agar dapat menjaga stabilitas harga dan berkontribusi pada ketahanan pangan. Maka, saat ini penting untuk mendorong kolaborasi antar pemangku kepentingan demi meningkatkan perdagangan antar daerah yang efisien.

“Kami mengapresiasi inistiatif Kadin Indonesia, APKASI, dan Badan Pangan Nasional dalam meningkatkan sinergi dan perdagangan antardaerah melalui Forum Bisnis Daerah ini. Diharapkan forum ini dapat memaksimalkan koordinasi antara pemerintah dengan dunia usaha agar meningkatkan perdagangan antar wilayah sesuai dengan potensi maupun produk unggulan masing-masing sehingga menjaga stabilitas harga dan ketahanan pangan,” terang Moga di sela acara Forum Bisnis Daerah (Forbisda) di Surabaya kemarin

Ketua Umum Kadin Indonesia, Arsjad Rasjid juga mengatakan, setiap wilayah di Indonesia, khususnya Indonesia bagian Timur memiliki potensi yang beragam, termasuk dalam hal komoditas maupun produk unggulan daerah yang memperlihatkan keunggulan ekonomi yang signifikan dan daya saing di pasar domestik maupun internasional.

“Sebagai induk organisasi usaha nasional, kami melihat terdapat berbagai potensi produk-produk unggulan Jawa Timur dan Indonesia Timur yang senantiasa perlu untuk ditingkatkan secara optimal. Maka, tantangan terkait distribusi yang kurang optimal dan pencatatan yang belum akurat perlu untuk diselesaikan bersama,” ujar Arsjad.

Menurutnya, tantangan ini menimbulkan hambatan bagi keterbukaan perdagangan antar wilayah, antara lain kesulitan memantau perjalanan produk, penimbunan barang, ketidakpastian harga, dan distribusi yang tidak efisien. Ketidakakuratan pencatatan juga menghambat identifikasi potensi pasar, analisis tren permintaan, dan evaluasi program.

Sementara Wakil Ketua Umum Bidang Pengembangan Otonomi Daerah Kadin Indonesia, Sarman Simanjorang menjelaskan,  kegiatan Forum Bisnis Daerah berfokus untuk meningkatkan ekonomi daerah Indonesia Timur dengan mempertemukan para kepala daerah untuk bisa saling bertukar informasi terkait produk unggulan masing-masing yang bisa diperdagangkan satu sama lain. Selain itu, mempertemukan kepala daerah dengan sektor usaha untuk mendorong penyerapan komoditas daerah.

“Indonesia Timur memiliki potensi perdagangan yang besar, di mana berdasarkan data BPS tahun 2023 menunjukan bahwa wilayah Indonesia Timur menyumbang sebesar 20ri total perdagangan antar pulau di Indonesia. Maka, Forbisda ini nantinya akan menghasilkan kerangka kerja kerja sama antar daerah untuk pengembangan produk, rencana pendistribusian barang yang efektif dan efisien, serta peningkatan kolaborasi antar pelaku bisnis di Indonesia Timur,” ujarnya.

Disisi lain Penjabat Sekretaris Daerah Jawa Timur, Bobby Soemiarsono menyambut positif dan berharap Forum Bisnis Daerah akan memperkuat kolaborasi antara seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan dunia usaha untuk memberikan stabilitas harga dan ketahanan pangan untuk meningkatkan arus perdagangan antar daerah.

“Dengan forum ini juga diharapkan munculnya ide inovatif yang membawa kemajuan dalam meningkatkan daya saing dan penguatan produksi serta distribusi barang sehingga akan mendorong pertumbuhan bisnis lokal demi penguatan ekonomi daerah,” tuturnya. 

Hal senada juga dikatakan Bobby, mewakili Ketua Umum Apkasi Indonesia Sutan Riska Tuanku Kerajaan, Ketua Bidang Energi dan Sumber Daya Mineral Apkasi sekaligus Bupati Morowali Utara, Delis Julkarson menambahkan, harapan akan kolaborasi dan sinergi antara pemerintah daerah dan pelaku usaha antar wilayah di Indonesia Timur.

“Forbisda ini kami harapkan dapat menjadi jembatan bagi penyelesaian hambatan perdagangan antar wilayah, serta meningkatkan kolaborasi antara pemerintah daerah dan pelaku usaha, khususnya pada wilayah Indonesia Timur,” pungkas Delis

Berita Terbaru
Rabu, 09 Jul 2025 16:01 WIB

Produksi Melimpah Tapi Perut Rakyat Masih Keroncongan

Dibalik gegap gempita pernyataan pemerintah mengenai keberhasilan sektor pangan nasional, muncul satu ironi yang menggigit
Rabu, 09 Jul 2025 13:36 WIB

Bertepatan Pembukaan Fortasi, SMAMX Beri Reward Siswa Peraih Medali Porprov IX Jatim

Kepala SMA Muhammadiyah 10 (SMAMX) Surabaya resmi memberikan penghargaan dan apresiasi pada 23 siswa peraih medali ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov ) IX
Rabu, 09 Jul 2025 13:32 WIB

PTPN I Regional 5 Beri Bantuan Infrastruktur Pendidikan untuk Yayasan Yatim Kepodang Mandiri Sidoarjo

JATIMKINI.COM, Sebagai wujud nyata kepedulian terhadap pendidikan masyarakat sekitar, PT Perkebunan Nusantara (PTPN) I Regional 5 memberikan bantuan Tanggung
Rabu, 09 Jul 2025 13:26 WIB

Perkembangan Pasar Modal: Stabil tapi Rawan

Perkembangan pasar modal dalam negeri masih resilien meski dihadapkan dengan sejumlah indikator global, yang bisa membawa dampak besar.
Selasa, 08 Jul 2025 19:58 WIB

Kadin Jatim Sebut Tarif Impor AS 32% Justru Bikin Peluang Besar Ekspor Tekstil

JATIMKINI.COM, Kebijakan tarif impor sebesar 32% yang diterapkan pemerintahan Presiden Donald Trump terhadap produk dari berbagai negara Asia menciptakan
Selasa, 08 Jul 2025 18:06 WIB

Problem Pendidikan, SDN Sepi Peminat

Di tengah mimpi besar menuju Indonesia Emas 2045, negeri ini justru dihantui fenomena penuh tanda tanya, mengapa Sekolah Dasar Negeri makin ditinggalkan