x
x

Pemkot Surabaya Dapat Apresiasi UNICEF. Apa Itu

JATIMKINI.COM, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya dan United  Nation Children’s Fund (UNICEF) melakukan kunjungan lapangan terkait program Wash (Water, Sanitation and Hygiene) di Rumah Lokus Balai RW 03/RT 08, Jalan Kedung Tarukan V No. 7A, Surabaya kemarin.

Dalam kunjungan tersebut, UNICEF ingin memastikan bahwa Kota Surabaya telah berhasil memenuhi 100 persen open defecation free (ODF). 

Kepala Bidang (Kabid) Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya, Kartika Sri Redjeki mengatakan, setelah pilar pertama dalam Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) terpenuhi, yakni 100 persen ODF, selanjutnya pemkot akan menggerakkan pilar kedua dan ketiga di Kota Surabaya. Pilar kedua dan ketiga itu, lanjut Kartika, adalah terkait mencuci tangan memakai sabun dan pengamanan makanan dan air minum. 

“Jadi STBM itu ada lima pilar, nah semua itu harus terpenuhi. Nah, yang pilar pertama itu adalah ODF, kan itu sudah, kemudian kita nanti di tahun ini insyaallah akan dinilai oleh tim pusat terkait pilar kedua dan ketiga,” kata Kartika, dalam keterangan resminya di Surabaya, Rabu (31/7/2024).

Setelah pilar pertama, kedua, dan ketiga tercapai dan selesai dilakukan penilaian. Kata Kartika, Selanjutnya, pihaknya akan bergerak menuju ke penanganan STBM di pilar keempat dan kelima, yaitu pemilahan sampah dan penanganan limbah cair rumah tangga di tahun 2025.

“Jadi semacam air mandi, air bekas memasak, atau limbah domestik lainnya. Nah, dalam penanganan ini jajaran pemkot akan berbagi peran dan terlibat semua,” ujar Kartika. 

Di samping itu, Kepala Perwakilan UNICEF Pulau Jawa Arie Rukmantara turut mengapresiasi kerja keras Pemkot Surabaya, karena telah mampu mewujudkan 100 persen ODF di Kota Surabaya hanya dalam hitungan bulan selama setahun terakhir. Menurutnya, hal itu juga berkat adanya kerja keras dari tim koalisi Wash yang bergerak bersama membantu Pemkot Surabaya mengentaskan 100 persen ODF. 

“Jadi koalisi Wash ini berhasil melakukan percepatan Surabaya menjadi 100 persen ODF, hanya dalam beberapa bulan saja. Nah, itu terdiri dari Baznas Surabaya, jajaran OPD di lingkungan pemkot, hingga jajaran stakeholder di Surabaya,” ungkap Arie. 

Arie berharap, keberhasilan dari tim koalisi Wash dalam mengentaskan ODF 100 persen kali ini bisa berlanjut hingga ke penanganan manajemen lingkungan lainnya di Kota Surabaya. Misal, lanjut Arie, mulai dari penanganan manajemen sanitasi, penanganan sampah, dan sebagainya. 

“Manajemen sanitasi ini artinya, agar pengelolaan limbah tinjanya supaya tidak menjadi sumber pencemaran (lingkungan) berikutnya,” pungkasnya.

Berita Terbaru
Kamis, 10 Jul 2025 10:24 WIB

ASEAN Perkuat Sentralitas dan Solidaritas Menuju Visi 2045 di AMM ke-58 Kuala Lumpur

Sentralitas ASEAN, koordinasi, kolaborasi dan solidaritas antara kebijakan luar negeri dan ekonomi mewujudkan "Visi ASEAN 2045 : Masa Depan Kita Bersama"
Rabu, 09 Jul 2025 19:25 WIB

Sempat Terganggu Pasca Insiden RTG, Layanan TPK Bitung Kembali Normal Sejak Awal Juli

JATIMKINI.COM, PT Pelindo Terminal Petikemas berkomitmen melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan kinerja pelayanan peti kemas di TPK Bitung pasca insiden
Rabu, 09 Jul 2025 16:01 WIB

Produksi Melimpah Tapi Perut Rakyat Masih Keroncongan

Dibalik gegap gempita pernyataan pemerintah mengenai keberhasilan sektor pangan nasional, muncul satu ironi yang menggigit
Rabu, 09 Jul 2025 13:36 WIB

Bertepatan Pembukaan Fortasi, SMAMX Beri Reward Siswa Peraih Medali Porprov IX Jatim

Kepala SMA Muhammadiyah 10 (SMAMX) Surabaya resmi memberikan penghargaan dan apresiasi pada 23 siswa peraih medali ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov ) IX
Rabu, 09 Jul 2025 13:32 WIB

PTPN I Regional 5 Beri Bantuan Infrastruktur Pendidikan untuk Yayasan Yatim Kepodang Mandiri Sidoarjo

JATIMKINI.COM, Sebagai wujud nyata kepedulian terhadap pendidikan masyarakat sekitar, PT Perkebunan Nusantara (PTPN) I Regional 5 memberikan bantuan Tanggung
Rabu, 09 Jul 2025 13:26 WIB

Perkembangan Pasar Modal: Stabil tapi Rawan

Perkembangan pasar modal dalam negeri masih resilien meski dihadapkan dengan sejumlah indikator global, yang bisa membawa dampak besar.