Dispangtan Kota Malang Gelar Gerakan Pangan Murah

jatimkini.com
Penjabat Wali Kota Malang Wahyu Hidayat berbincang dengan Kepala Dispangtan Kota Malang Slamet Husnan Hariyadi saat gerakan pangan murah di lapangan Kelurahan Merjosari, Senin (16/10). Foto : Dok. Jatimkini

JATIMKINI.COM, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kota Malang, Jawa Timur, menggelar gerakan pangan murah di lapangan Kelurahan Merjosari, Senin (16/10). Beras menjadi komoditas paling laris dalam gelaran yang bertujuan pengendalian inflasi, stabilisasi dan pasokan harga pangan.

"Stok pangan secara neraca dalam kondisi aman," tegas Kepala Dispangtan Kota Malang Slamet Husnan Hariyadi.

Baca juga: Kontingen Kota Malang di Cabor Cricket Berhasil Bawa Pulang 5 Medali Emas Porprov IX 2025

Ia menjelaskan kendati secara nasional dan Jatim terdampak El Nino, tetapi Kota Malang masih aman. Sebab, sawah irigasi teknis dengan luas tanam 803 hektare bisa rutin panen padi.

Demikian pula ketersediaan beras di pedagang dan distributor sebanyak 5.106,32 ton pada bulan ini, sedangkan kebutuhan hanya 4.111,60 ton per bulan. Selain beras, neraca stok pangan pokok lainnya juga melebihi kebutuhan, yaitu jagung, cabai, bawang merah, bawang putih, daging sapi, daging ayam, gula, minyak goreng dan telur ayam ras.

Baca juga: Hadirkan Konsep Baru, Bolu Malang Singosari Grand Opening Omah Singosari di Kayutangan

Meskipun stok pangan mencukupi, tetapi Dispangtan akan menggelar pasar murah sebulan sekali. Bahkan, Perusahaan Umum Daerah Tugu Aneka Usaha (Tunas) Kota Malang menjual sembako saban hari di tiap kelurahan.

Kali ini, gerakan pangan murah memperingati Hari Pangan Se Dunia menjual produk UMKM dan sembako di antaranya 6,35 ton beras, 882 liter minyak goreng, 225 kg gula dan 53 kg telur ayam. Termasuk menjual 50 kg bawang putih, 100 kg tomat, 40 kg garam, serta masing-masing 20 kg cabai rawit dan cabai merah. Warga khususnya ibu-ibu antusias membeli beras dengan antre secara tertib. Hal ini membuktikan stok pangan pokok penyumbang inflasi itu tidak langka.

Baca juga: Bank Jatim Dukung Aksesibilitas Pelayanan Pajak Hingga Percantik Aloon-Aloon dan Taman

"Perbandingan harga bisa Rp1000 sampai Rp5000," ungkapnya.

Masyarakat menerima manfaat sembako murah ini lantaran harga disubsidi oleh Badan Pangan Nasional dan Pemkot Malang. Ibu Herman, warga Merjosari, semringah usai membeli 10 kg beras seharga Rp51.000 per kemasan 5 kg. Sebelumnya, ia membeli beras Rp14.000 per kg. Begitu juga Ibu Siti membeli beras, telur dan minyak goreng. Warga mengaku terbantu di tengah gejolak harga pangan saat ini.

Editor : Bagus Suryo

Ekonomi
Berita Populer
Berita Terbaru