PT Perkebunan Nusantara (PTPN) Group resmi menandatangani kerjasama dengan Pupuk Indonesia Holding Company (PIHC) dalam peningkatan produksi gula tahun ini serta membantu para petani tabu. Kerjasama tersebut, berupakan bagian Program Makmur yang di gaungkan oleh Kementerian BUMN dimana nantinya, PIHC menargetkan penyerapan pupuk oleh 20.000 petani dari masing-masing perusahaan perkebunan.
Melalui program ini kami berharap produktivitas tanaman petani binaan PTPN Group bisa meningkat karena petani bisa mendapatkan pupuk komersial dengan harga khusus hingga akses pembiayaan nantinya, terang Direktur Pemasaran Pupuk Indonesia, Gusrizal
Baca juga: Strategi Antikorupsi TPS Bawa Pulang Penghargaan ESG 2025
Dikatakan Gusrizal , saat ini Pupuk Indonesia grup sudah memiliki 4 segmen pasar urea yakni, pupuk ekspor yang dijual sekitar Rp14 juta/ton atau mengikuti harga internasional.
"Pupuk untuk industri dan energi, pasar ritel yang dijual melalui kios-kios dengan harga yang lebih rendah dari ekspor, serta pupuk untuk program pemerintah. Sementara dalam program Makmur ini, kami ingin berkontribusi dalam ketahanan pangan sehingga diberikan harga yang terjangkau sekitar Rp9 juta - Rp10 juta per ton. Namun dalam mekanismenya kami pastikan tidak ada penyimpangan pupuk karena melalui program ini kami sudah mengetahui ekosistem para petani dengan industri, " tambah Gusrizal.
Seemnatara itu Direktur Produksi dan Pengembangan Holding PTPN III, Mahmudi mengatakan , tahun ini terdapat 104 ribu hektar lahan perkebunan, dengan jumlah minat petani yang mengikuti program dengan luasan 60 ribu ha atau 60 persen.
Tugas PTPN Group adalah bagaimana bisa swasembada gula pada 2024 atau meningkat 3 kali dari tahun ini, ujarnya
Mahmudi menjelaskan realisasi produksi gula nasional pada tahun lalu mencapai 770.000 ton atau naik 10 persen (Yoy), sedangkan kebutuhan konsumsi gula nasional mencapai 6 juta ton yang terdiri dari 2,7 juta ton gula konsumsi, dan sisanya gula untuk industri.
Tahun ini kita targetkan produksi gula kita bisa mencapai 1,1 juta ton, dan pada 2024 nanti bisa 1,8 juta ton, kata Mahmudi
Lebih lanjut Mahmudi menambahkan, dalam Program Makmur yang sudah pernah berjalan terjadi peningkatan produktivitas, sebelumnya rerata hanya mampu memproduksi gula 5,03 ton/ha, dan saat ini bisa menjadi 10,5 ton/ha.
Baca juga: Catat, Tarif KA Eksekutif dari Surabaya Cuma Rp45 Ribu!
Peningkatan ini terjadi setelah petani meningkatkan jumlah penggunaan pupuk, dari awalnya hanya pakai pupuk 1,2 ton/ha, sekarang pakai 1,5 ton/ha, pungkas Mahmudi
Menanggapi kerjsama tersebut Direktur PTPN XI, R. Tulus Panduwidjaja mengatakan, pihaknya menyambut baik sinergi PIHC dalam untuk membantu meningkatkan produktivitas tanaman terutama tebu guna mencapai target swasembada gula pada 2024 nantinya.
Tulus menyabutkan , saat ini bahan baku tebu (BBT) untuk pabrik gula PTPN XI 98 persen merupakan hasil tebu dari rakyat. Dari angka itu, diperkirakan 70 persen petani tebu membutuhkan pupuk yang merupakan dari program Makmur.
Untuk tahun ini,kami akan menargetkan jumlah tebu siap giling mencapai 4,8 juta ton, dengan kapasitas produksi gula sebanyak 300 ribu ton, pungkas Tulus.
Baca juga: Negara Jangan Kalah Oleh Penjahat
Editor : Redaksi