JATIMKINI.COM, PT Kereta Api Indonesia (KAI) menyiapkan layanan kereta barang rute Banyuwangi–Jakarta dengan kapasitas angkut hingga 550 ton dalam sekali perjalanan. Layanan ini ditujukan untuk mendukung distribusi hasil pertanian dan komoditas pangan dari Jawa Timur menuju Jakarta, sekaligus memperkuat efisiensi logistik antardaerah.
VP Corporate Communication PT KAI Anne Purba mengatakan, pengembangan layanan tersebut didasarkan pada riset potensi komoditas dan kebutuhan angkutan barang dari Jawa Timur menuju Jakarta. Sejumlah komoditas yang menjadi perhatian antara lain buah, sayuran, bahan pangan, pupuk, serta sapi hidup.
Baca juga: Merdeka Copper Gold Gandeng Antam Serap Produksi Emas Nasional Hingga 3 Ton
Saat ini, layanan kereta barang tersebut masih menjalani uji coba. KAI telah mengangkut buah naga dari Banyuwangi menuju Jakarta sebagai bagian dari pengujian sebelum layanan hortikultura reguler ditargetkan mulai beroperasi pada November 2026.
“Target kami itu di November 2026, ini layanan Banyuwangi-Jakarta itu sudah mulai hortikultura. Kerja sama dengan berbagai pihak,” ujar Anne dalam pemaparannya.
Untuk mendukung operasional, KAI menyiapkan empat stasiun di Jawa Timur sebagai titik bongkar muat. Stasiun tersebut meliputi Argopuro dan Kalibaru di Banyuwangi, Rambipuji di Jember, serta Stasiun Probolinggo.
Menurut Anne, kesiapan fasilitas bongkar muat, konektivitas dengan pusat kegiatan ekonomi, ketepatan waktu, dan proses operasional menjadi sejumlah aspek yang diperhitungkan dalam pengembangan layanan tersebut.
Baca juga: Kebun Eptilu Garut : Hortikultura Modern Binaan BI Sukses Tingkatkan Produktivitas
KAI juga merancang angkutan barang dua arah. Dari Jawa Timur, kereta akan membawa hasil pertanian dan komoditas pangan ke Jakarta. Sebaliknya, perjalanan menuju Jawa Timur berpotensi dimanfaatkan untuk mengangkut kebutuhan logistik, seperti pakan ternak, pupuk, dan dedak.
Skema tersebut diharapkan dapat mendukung rantai pasok pangan sekaligus mengoptimalkan pemanfaatan angkutan kereta api untuk distribusi barang.
Selain komoditas pertanian, KAI juga menyiapkan potensi pengangkutan sapi hidup. Pengembangan ini diarahkan untuk mendukung distribusi kebutuhan pangan dengan mempertimbangkan kapasitas angkut dan kesiapan fasilitas pendukung.
Baca juga: Baru Dibuka, Tiket Kereta Angkutan Lebaran Terjual 31 Ribu
Anne menyebut pengembangan layanan angkutan barang tersebut dirancang secara bertahap hingga 2030. KAI menargetkan pengembangan kapasitas layanan dengan angka 84.200 gerbong datar sebagaimana disampaikan dalam pemaparannya. Rincian satuan dan mekanisme pencapaian target tersebut masih perlu diperjelas.
Penggunaan kereta barang juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan efisiensi distribusi logistik. Menurut Anne, pengalihan sebagian angkutan dari jalan raya ke kereta berpotensi membantu mengurangi beban jalan serta mendukung pengiriman komoditas secara lebih efektif.
Dengan kesiapan empat stasiun di Jawa Timur dan target layanan hortikultura reguler pada November 2026, KAI berupaya memperkuat konektivitas logistik Banyuwangi–Jakarta. Pengembangan ini diharapkan membuka jalur distribusi yang lebih terintegrasi bagi hasil pertanian dan kebutuhan pangan antardaerah.
Editor : Rochman Arief