Lawan Gempuran Taxi Online, Transformasi MyBluebird Hadirkan Mobility Assistant

Reporter : Peni Widarti
Ilustrasi, aplikasi MyBluebird. Foto : SC Bluebird

JATIMKINI.COM, Di tengah persaingan ketat industri transportasi yang memiliki berbagai layanan taksi baru berbasis aplikasi, Bluebird Group memilih jalan adaptasi melalui inovasi dan transformasi teknologi agar tetap relevan.

Jika dulu hanya sebagai kanal pemesanan taksi, kini aplikasi MyBluebird bertransformasi menjadi mobility assistant yang menghadirkan akses digital ke berbagai pilihan mobilitas dalam satu aplikasi.

Langkah adaptasi ini menjawab perubahan perilaku konsumen. Studi ASEAN Consumer Sentiment Study 2024 oleh UOB & BCG menunjukkan 84% konsumen Indonesia memilih personalized offers, dengan 65% ingin menerimanya melalui aplikasi mobile. Saat ini, MyBluebird sendiri telah berkontribusi lebih dari 40% terhadap total pemesanan Bluebird dari seluruh kanal.

Direktur Utama PT Blue Bird Tbk, Andre Djokosoetono, menegaskan transformasi ini adalah DNA perusahaan selama lebih dari 5 dekade. Menurutnya, teknologi memberi BluBird cara baru untuk mengikuti bagaimana masyarakat bergerak, tetapi memahami kebutuhan mobilitas akan selalu menjadi titik awal perusahaan.

“Dengan mendengarkan pelanggan, kami terus mengembangkan teknologi sebagai penghubung berbagai pilihan mobilitas," ujar Andre dalam kampanye "MyBluebird, My Way”.

Adapun perjalanan transformasi digital Bluebird sudah dimulai sejak 2011, saat menjadi pionir dengan meluncurkan Taxi Mobile Reservation melalui perangkat BlackBerry. Evolusi itu terus berlanjut hingga MyBluebird kini.

Untuk menjawab kebutuhan yang tidak bisa diseragamkan, MyBluebird menghadirkan 3 inovasi terbaru:

1. Fitur Multi-Select: Memungkinkan pelanggan memilih lebih dari satu jenis layanan taksi dalam sekali pemesanan. Armada terdekat akan langsung ditugaskan menjemput, lebih efisien.

2. Layanan Airport Transfer: Armada premium Goldenbird kini tersedia di fitur Ride. Biaya tol sudah termasuk dalam tarif dan pelanggan bisa menghubungkan perjalanan dengan nomor penerbangan untuk perencanaan yang lebih praktis.

3. Penyempurnaan Fitur Rent: Pengalaman sewa mobil Goldenbird jadi lebih seamless. Pelanggan bisa eksplorasi variasi armada, lihat estimasi biaya, hingga reservasi hourly maupun daily dalam satu aplikasi.

Tak hanya itu, ada juga layanan Bluebird Kirim untuk pengiriman barang yang aman melalui fitur Delivery, Advance Booking untuk pesan jauh hari, Fixed Price untuk kepastian harga, Multi-Payment termasuk EZPay yang bisa dipakai meski stop taksi di jalan, hingga paket hemat Subscription bagi pengguna rutin.

"Pada akhirnya, tidak ada satu cara bergerak yang berlaku bagi semua orang. Yang kami ingin hadirkan melalui MyBluebird adalah kebebasan untuk memilih perjalanan yang sesuai dengan kebutuhan, waktu, dan cara masing-masing," tutup Andre.

Dengan ekosistem 19 anak perusahaan dan armada yang tersebar di 22 kota, termasuk Surabaya dan kota besar di Jawa Timur, transformasi MyBluebird menjadi kunci Bluebird untuk tetap menjadi pilihan utama di tengah gempuran taksi baru.

 

 

Editor : Peni Widarti

Ekonomi
Berita Populer
Berita Terbaru