Dorong Produktivitas Petani, Khofifah Salurkan 18 Alsintan untuk Poktan Blitar

Reporter : Achmad Arif
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyerahkan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) kepada sejumlah kelompok tani (poktan) di Kabupaten Blitar, Senin (5/10/2026).

JATIMKINI.COM - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyerahkan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) kepada sejumlah kelompok tani (poktan) di Kabupaten Blitar, Senin (5/10/2026).

Bantuan alsintan tersebut diberikan untuk menunjang produksi pertanian sekaligus meningkatkan efisiensi dan produktivitas petani. Penyerahan bantuan juga menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi ke-81 Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

Baca juga: Jadikan K3 Sebagai Budaya Kerja, PLN UID Jatim Raih SMK3 dan Zero Accident 2026

Khofifah tiba di Lapangan Kelurahan Kembangarum, Kecamatan Sutojayan, Kabupaten Blitar sekitar pukul 17.35 WIB. Kedatangan rombongan Gubernur Jatim disambut sejumlah kelompok tani.

Setelah pemaparan dari Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Jawa Timur, bantuan alsintan langsung diserahkan kepada masing-masing kelompok tani. Bantuan tersebut antara lain berupa mesin pompa air, hand tractor, dan combine harvester.

Khofifah mengatakan penggunaan alsintan, khususnya combine harvester, dapat memangkas waktu panen secara signifikan dibandingkan dengan metode manual.

“Kalau pakai ini (harvester) panen padi 1 hektare itu bisa 1 jam saja, tapi kalau manual bisa sampai 3 hari. Coba bayangkan dan bandingkan antara 3 hari dan 1 jam, lebih efektif mana,” terang Khofifah usai penyerahan alsintan.

Menurut Khofifah, combine harvester dapat digunakan secara bergantian oleh sejumlah kelompok tani. Dengan pola pemanfaatan bersama tersebut, penggunaan alat dapat lebih optimal mengingat harga mesin relatif mahal.

Selain menghemat waktu, penggunaan alsintan juga dinilai mampu menekan kehilangan hasil panen atau losses.

“Itu dari sisi efisiensi waktu, kemudian dari sisi productivity, kalau panen secara manual losses-nya antara 9-11%. Tapi kalau pakai alsintan ini hanya 1-2%. Jadi artinya dari sisi productivity, alsintan ini lebih baik,” jelasnya.

Baca juga: Sekdaprov Jatim : Lupakan Masalah Fokus Ibadah Haji

Meski memberikan manfaat terhadap efisiensi dan produktivitas, Khofifah mengakui harga combine harvester cukup mahal. Karena itu, penyaluran bantuan kepada kelompok tani dilakukan secara bertahap.

“Tapi ya karena harganya lumayan mahal ya, jadi bertahap. Nanti Pemkab dan juga dari Kementerian Pertanian juga ada tapi bertahap, tetap ikhtiar ya. Seperti kemarin kami salurkan di Mojokerto, hari ini Blitar, besok Insyaallah di Magetan juga ada,” terangnya.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Timur Heru Suseno mengatakan terdapat sekitar 18 unit alsintan yang diberikan kepada kelompok tani di Kabupaten Blitar dalam penyaluran tersebut.

Bantuan itu terdiri dari satu unit combine harvester, lima unit pompa air, tujuh unit hand tractor, serta sejumlah jenis alsintan lainnya.

“Kalau untuk total di Jatim ada 314 unit alsintan, dibagi kepada beberapa kabupaten/kota. Tapi kalau combine harvester ini memang karena harganya mahal, sehingga belum tentu semua kelompok tani yang mengusulkan kami akomodir. Tentunya kita pertimbangkan luas areanya,” tandas Heru.

Baca juga: Panen Raya Sukses, Kehadiran Listrik Tingkatkan Produktivitas Pertanian di Ponorogo

Heru menambahkan, penyaluran alsintan dilakukan dengan mempertimbangkan kebutuhan dan luasan lahan pertanian. Hal tersebut terutama diterapkan untuk alat dengan nilai investasi tinggi seperti combine harvester.

Penyerahan alsintan di Kabupaten Blitar menjadi salah satu rangkaian kegiatan Gubernur Khofifah dalam memperingati Hari Jadi ke-81 Jawa Timur.

Sebelumnya, Khofifah melaksanakan ziarah ke Makam Ir. Soekarno. Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan bazar pangan murah di Kecamatan Kademangan dan penyerahan alsintan kepada kelompok tani di Kecamatan Sutojayan.

Pemprov Jatim berharap bantuan alsintan dapat mendukung petani dalam meningkatkan efisiensi kerja, menekan kehilangan hasil panen, dan mendorong produktivitas pertanian di Jawa Timur.

Editor : Ali Topan

Ekonomi
Berita Populer
Berita Terbaru