Laba Tembus Rp31,2 Triliun, BRI Salurkan 75,1% Kredit ke UMKM Hingga Juni 2026

Reporter : Peni Widarti
Direksi BRI menggelar paparan kinerja triwulan II 2026. Foto : BRI

JATIMKINI.COM, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI membukukan kinerja positif hingga akhir kuartal II/2026.

Di tengah dinamika ekonomi dan industri perbankan, BRI mampu menjaga pertumbuhan bisnis sekaligus memperkuat fundamental.

Baca juga: HUT RI Ke 81, BRI Region 12 Surabaya Salurkan Paket Sembako ke 9 Panti Asuhan dan Gereja

Hingga akhir Juni 2026, laba bersih BRI Group mencapai Rp31,2 triliun, tumbuh 17,5% year on year (yoy) dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

Capaian tersebut disampaikan Direktur Utama BRI Hery Gunardi bersama jajaran direksi dalam pemaparan kinerja di Kantor Pusat BRI, Jakarta, Senin (31/8/2026).

UMKM Tetap Jadi Tulang Punggung

Karakteristik utama BRI sebagai bank fokus UMKM kembali ditegaskan. Hingga akhir Juni 2026, sebesar 75,1ri total portofolio kredit dan pembiayaan BRI Group disalurkan ke segmen UMKM.

Secara nominal, kredit ke UMKM mencapai Rp1.235,4 triliun atau tumbuh 8,6% yoy.

“Kondisi tersebut memberikan optimisme bagi BRI karena UMKM merupakan core business sekaligus bagian penting dari fundamental perekonomian nasional. Satu hal yang tidak berubah adalah komitmen BRI untuk terus tumbuh bersama UMKM dan ekonomi kerakyatan Indonesia,” ujar Hery.

Dukungan ke UMKM juga dilakukan melalui pembiayaan KUR. Sepanjang Januari - Juni 2026, BRI telah menyalurkan KUR sebesar Rp103,8 triliun kepada lebih dari 2 juta debitur. Secara kumulatif sejak 2015 hingga Juni 2026, penyaluran KUR BRI telah mencapai Rp1.539 triliun kepada 48,4 juta nasabah.

Secara konsolidasian, aset BRI mencapai Rp2.352 triliun* atau tumbuh 11,7% yoy. Pertumbuhan tersebut ditopang oleh kredit dan pembiayaan yang meningkat 16,2% yoy menjadi Rp1.646 triliun. 

Di sisi pendanaan, Dana Pihak Ketiga (DPK) mencapai Rp1.581 triliun atau tumbuh 6,7% yoy. Sejalan dengan itu, Net Interest Income naik 9,9% yoy dari Rp73,3 triliun menjadi Rp80,5 triliun. Pre-Provision Operating Profit (PPOP) juga meningkat 12,8% yoy menjadi Rp65,7 triliun.

Penguatan profitabilitas diiringi perbaikan kualitas aset. Cost of Fund (CoF) turun dari 3,0% pada kuartal II 2025 menjadi 2,4%. Cost to Income Ratio (CIR) membaik dari 41,9% menjadi 39,2%.

Baca juga: Integrasikan Potensi Bisnis, BRI BO Surabaya Jemursari & Lintas Asosiasi Jatim Jajaki Kerja Sama

Rasio NPL turun dari 3,0% menjadi 2,9n Cost of Credit (CoC) membaik dari 3,4% menjadi 3,1%.

Kemampuan menghasilkan imbal hasil juga solid. ROA terjaga di level 2,7%, sementara ROE meningkat signifikan dari 16,6% menjadi 18,8%.

Hery menyebut hasil positif ini tidak lepas dari transformasi BRIVolution Reignite yang fokus pada dua hal: memperkuat funding franchise dan melakukan revamp bisnis inti sekaligus membangun new core.

Dari sisi pendanaan, BRI memperbesar basis dana murah berbasis ekosistem dan memaksimalkan kapabilitas digital seperti BRImo, QRIS, hingga BRILink Agen. Untuk bisnis mikro, perseroan memperkuat kapabilitas tenaga pemasar atau mantri dan implementasi manajemen risiko yang lebih granular.

“Transformasi yang kami jalankan bukan semata untuk mengejar pertumbuhan yang tinggi. Fokus kami adalah memastikan BRI memiliki mesin pertumbuhan yang semakin terdiversifikasi, sehat, berkualitas, dan berkelanjutan,” ujar Hery.

Pemberdayaan: Jangkau 5.700 Desa & 17,3 Juta UMKM

Baca juga: Gebyar Lelang : Kanwil DJKN Jatim & BRI Hadirkan Pameran Artefak Mahkota Meteorit di Surabaya

Komitmen BRI tidak hanya lewat pembiayaan. Melalui program Desa BRILiaN, BRI telah menjangkau lebih dari 5.700 desa binaan. Program Klasterku Hidupku menjangkau lebih dari 44.000 klaster usaha.

Pemberdayaan juga diperluas lewat platform digital LinkUMKM yang telah menjangkau sekitar 17,3 juta pelaku UMKM. Sementara pendampingan melalui Rumah BUMN telah melibatkan sekitar 596.000 pelaku UMKM hingga Juni 2026.

“Bagi BRI, pembiayaan dan pemberdayaan merupakan satu kesatuan. Kami ingin menciptakan siklus pertumbuhan yang berkelanjutan: UMKM memperoleh akses keuangan, mendapatkan pemberdayaan, meningkatkan kapasitas usahanya, kemudian naik kelas,” pungkas Hery.

Di tengah ekonomi nasional yang resilien dengan pertumbuhan 5,30n inflasi 3,34% pada kuartal II 2026, BRI menegaskan akan terus konsisten tumbuh bersama ekonomi kerakyatan Indonesia.

 

 

Editor : Peni Widarti

Ekonomi
Berita Populer
Berita Terbaru