JATIMKINI.COM, PT PLN Nusantara Power Unit Pembangkitan Brantas (PLN NP UP Brantas) bersama Program Studi S1 Pendidikan Teknik Mesin Universitas Negeri Malang (UM) menghadirkan mesin pengering kain batik bagi Kelompok Batik Seng di Desa Sengguruh, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Selasa (28/7/2026). Inovasi ini menjadi solusi untuk meningkatkan produktivitas perajin batik yang selama ini terkendala proses pengeringan saat musim hujan.
Mesin pengering tersebut merupakan hasil rancang bangun 10 mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) Program Studi S1 Pendidikan Teknik Mesin UM. Kehadirannya menjadi wujud kolaborasi antara perguruan tinggi, dunia usaha, dan masyarakat dalam menghadirkan teknologi tepat guna yang menjawab kebutuhan pelaku UMKM.
Sebagai tindak lanjut, mahasiswa KKNT menggelar sosialisasi penggunaan mesin sekaligus pelatihan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) kepada 23 anggota Kelompok Batik Seng. Peserta dibekali pengetahuan mengenai cara pengoperasian, perawatan, hingga aspek keselamatan agar mesin dapat dimanfaatkan secara optimal dan berkelanjutan.
Selama ini Kelompok Batik Seng masih mengandalkan sinar matahari untuk mengeringkan kain batik. Ketika musim hujan, proses pengeringan membutuhkan waktu lebih lama sehingga produksi sering tertunda, bahkan terhenti karena kain belum kering secara maksimal.
Melihat kondisi tersebut, mahasiswa KKNT merancang mesin pengering berbahan bakar gas yang dapat digunakan kapan saja tanpa bergantung pada cuaca. PLN NP UP Brantas turut mendampingi proses pengembangan melalui diskusi dengan kelompok batik dan mahasiswa hingga mesin berhasil diwujudkan di Griya Batik Seng.
Dengan adanya mesin pengering ini, proses produksi diharapkan menjadi lebih cepat, kualitas batik tetap terjaga, dan produktivitas kelompok meningkat sepanjang tahun.
Ketua Program Studi S1 Pendidikan Teknik Mesin Universitas Negeri Malang, Ir. Marsono, S.Pd.T., M.Pd., Ph.D., mengapresiasi PLN NP UP Brantas dan Kelompok Batik Seng yang telah menjadi mitra dalam pelaksanaan KKNT. Menurutnya, kolaborasi tersebut memberi ruang bagi mahasiswa untuk menghadirkan inovasi yang lahir dari kebutuhan nyata masyarakat.
Baca juga: Sambut HUT ke-81 RI, PLN NP UP Brantas Bekali Siswa SMK Brantas Tangkal Pinjol dan Judi Online
"Terima kasih kepada PLN NP UP Brantas dan Kelompok Batik Seng yang telah menerima mahasiswa KKNT Universitas Negeri Malang. Semoga mesin pengering yang dirancang dan dirakit oleh mahasiswa ini dapat memberikan manfaat nyata bagi Kelompok Batik Seng. Harapan kami, Batik Seng dapat semakin produktif dan tidak lagi bergantung pada cuaca dalam menjalankan proses produksi," ujarnya.
Dosen Pembimbing Lapangan KKNT Universitas Negeri Malang, Yayi Febdia Pradani, S.Pd., M.Pd., juga mengapresiasi dukungan PLN NP UP Brantas yang memungkinkan inovasi tersebut terealisasi. Ia berharap sinergi antara perguruan tinggi, dunia usaha, dan masyarakat terus berkembang sehingga semakin banyak inovasi yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
SP Kinerja Business Support PLN NP UP Brantas, Pitanggono Murti, mengatakan perusahaan terus membuka ruang kolaborasi dengan kalangan akademisi dalam menghadirkan inovasi yang memberi nilai tambah bagi masyarakat.
"PLN NP UP Brantas sangat mendukung inovasi yang lahir dari kalangan akademisi. Kolaborasi seperti ini membuktikan bahwa ketika perguruan tinggi, perusahaan, dan masyarakat bersinergi, akan lahir solusi yang mampu menjawab kebutuhan di lapangan. Kami berharap mesin ini dapat membantu Batik Seng semakin mandiri dan produktif," katanya.
Baca juga: PLN NP UP Brantas Gelar Khitanan Massal di Ponorogo
Senior Manager PLN NP UP Brantas, Eko Wijanarto, menambahkan bahwa peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI menjadi momentum untuk memperkuat kemandirian masyarakat melalui pemanfaatan teknologi.
"Peringatan HUT ke-81 RI kami maknai sebagai momentum menghadirkan kemandirian bagi masyarakat, termasuk pelaku UMKM seperti Kelompok Batik Seng. Melalui kolaborasi dengan Universitas Negeri Malang, kami ingin memastikan mereka memperoleh akses yang lebih baik terhadap teknologi produksi agar semakin tangguh dan berdaya saing. Inilah bentuk kemerdekaan yang ingin kami hadirkan bagi masyarakat," ucapnya.
Program ini merupakan bagian dari Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PLN Nusantara Power melalui PLN Peduli. Kolaborasi antara PLN NP UP Brantas dan Universitas Negeri Malang diharapkan terus melahirkan inovasi tepat guna yang memperkuat pemberdayaan masyarakat, meningkatkan daya saing UMKM, serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah secara berkelanjutan.
Editor : Bagus Suryo