Pemkab Lamongan Salurkan Air Bersih ke Desa Terdampak Kekeringan

jatimkini.com
Warga Lamongan menerima bantuan air bersih menyusul desa mengalami kekeringan. Foto: Dok. Diskominfo Lamongan

JATIMKINI.COM, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lamongan mulai menyalurkan bantuan air bersih kepada warga terdampak musim kemarau di Desa Kedungkumpul, Kecamatan Sarirejo. Penyaluran dilakukan menyusul berkurangnya debit sumber air dan waduk yang memicu krisis air bersih di sejumlah wilayah.

Bupati Lamongan Yuhronur Efendi akrab disapa Pak Yes mengatakan, penyaluran air bersih oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menjadi langkah cepat pemerintah dalam memenuhi kebutuhan dasar masyarakat selama musim kemarau. Sementara untuk solusi jangka panjang, Pemkab akan melakukan revitalisasi waduk di wilayah rawan kekeringan.

Baca juga: Puncak Peringatan Hari Jadi Lamongan Ke-457 Tahun 2026 Gaungkan Spirit Bersama Tangguh Pangan dan Sosial

"Respon cepat Pemkab Lamongan terhadap krisis air bersih pada musim kemarau adalah penyaluran air bersih oleh BPBD. Sedangkan upaya jangka panjangnya ialah revitalisasi waduk agar mampu menampung lebih banyak air," kata Pak Yes, Selasa (28/7).

Desa Kedungkumpul menjadi wilayah pertama yang menerima bantuan. Sebanyak lima tangki air bersih dengan total kapasitas 25.000 liter disalurkan kepada warga Dusun Walangkopo. Selain itu, masyarakat juga menerima bantuan berupa terpal dan jeriken untuk mendukung penyimpanan air.

Berdasarkan data BPBD, terdapat 15 kecamatan di Lamongan yang rawan kekeringan, mencakup 89 desa dan 168 dusun. Sebanyak 45 desa mengalami kelangkaan air, sedangkan 44 desa lainnya berstatus kritis karena memiliki keterbatasan sumber air, baik dari waduk maupun sumur.

Baca juga: Budaya K3 Ditekankan, Keselamatan Kerja Tak Lagi Sekadar Administrasi

Pemkab memastikan bantuan air bersih akan terus disalurkan sesuai kebutuhan. Warga yang membutuhkan dapat mengajukan permohonan melalui pemerintah desa atau kecamatan agar segera ditindaklanjuti oleh BPBD.

Di sisi lain, Pemkab Lamongan juga menyiapkan langkah antisipasi jangka panjang dengan meningkatkan infrastruktur sumber daya air. Salah satunya melalui survei dan pengerukan waduk seluas sekitar 1,8 hektare di Desa Kedungkumpul agar daya tampung air meningkat saat musim hujan.

Baca juga: Lamongan Usulkan Grand Design Olahraga, Bisa Tentukan Masa Depan

"Kami akan segera melakukan survei dan pengerukan waduk ini. Saat musim kemarau, waduk menjadi satu-satunya sumber air yang dapat diandalkan masyarakat. Karena itu, kapasitasnya akan kami tingkatkan agar manfaatnya lebih besar," ujar Pak Yes.

Selain revitalisasi waduk, Pemkab Lamongan terus memperluas jaringan penyediaan air bersih melalui pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Mojolagres. Saat ini layanan telah menjangkau Kecamatan Kembangbahu dan akan diperluas hingga Kecamatan Sarirejo sebagai upaya memperkuat pemenuhan kebutuhan air bersih masyarakat.

Editor : Bagus Suryo

Ekonomi
Berita Populer
Berita Terbaru