JATIMINI.COM, Wondr Futsal Series 2026 tidak hanya menjadi ajang kompetisi futsal pelajar. Turnamen ini juga dirancang sebagai wadah membangun ekosistem olahraga usia muda yang berkelanjutan melalui kolaborasi berbagai pemangku kepentingan.
Komitmen tersebut disampaikan CEO Games of Society, Novel Leonardo, saat membuka Wondr Futsal Series 2026 di Surabaya.
Menurut Novel, perkembangan Games of Society sejak berdiri pada 2022 tidak lepas dari dukungan berbagai mitra, termasuk Bank BNI melalui layanan wondr by BNI yang kembali menjadi Naming Rights Partner Official.
"Kepercayaan dari wondr by BNI sejak 2024 hingga 2026 menjadi salah satu faktor penting dalam pengembangan Futsal Series," ujarnya.
Novel menjelaskan, Wondr Futsal Series 2026 mengusung misi menghadirkan dampak positif bagi generasi muda melalui olahraga. Saat ini, kompetisi tersebut telah menjangkau 40 kota di Indonesia, mulai dari Aceh hingga Papua.
Ia menegaskan, pengembangan kompetisi dilakukan secara mandiri melalui dukungan sponsor, penjualan tiket, dan berbagai bentuk monetisasi, tanpa mengandalkan pendanaan pemerintah.
"Kami membangun ekosistem ini secara mandiri melalui komersialisasi yang profesional," katanya.
Menurut Novel, pendekatan tersebut mampu memperluas jangkauan kompetisi sekaligus memperkuat keterlibatan komunitas pelajar di berbagai daerah. Pada penyelenggaraan tahun lalu, Futsal Series mencatat kehadiran sekitar 765 ribu penonton secara langsung.
Lebih dari sekadar pertandingan, Wondr Futsal Series 2026 juga mengedepankan pembinaan karakter atlet muda. Kompetisi ini melibatkan orang tua, guru, kepala sekolah, serta komunitas sebagai bagian dari ekosistem pembinaan.
"Bagi kami, futsal bukan hanya mempertemukan dua tim di lapangan. Kami ingin membangun karakter dan menghadirkan ekosistem yang mendukung tumbuh kembang generasi muda," pungkas Novel.
Melalui konsep tersebut, Wondr Futsal Series 2026 diharapkan terus menjadi ruang pengembangan talenta muda sekaligus memperkuat ekosistem olahraga pelajar yang berkelanjutan di Indonesia.
Editor : Rochman Arief