JATIMKINI.COM, Emiten properti PT Pakuwon Jati Tbk membuka kuartal I 2026 dengan kabar gembira. Meski ekonomi 2026 sedang diguncang konflik Timur Tengah dan Rupiah yang loyo, laba bersih emiten properti berkode PWON itu melejit 29% year on year (yoy) ke Rp511 miliar.
Angka ini melesat jauh lebih cepat dibanding pertumbuhan pendapatan. Penjualan kuartal I/2026 tercatat Rp1,646 triliun, naik 6% (YoY) dari Rp1,56 triliun periode sama tahun lalu. Artinya, laba tumbuh hampir 5x lipat dari pertumbuhan pendapatan.
Baca juga: Pakuwon Jati Cetak Laba Bersih Rp2,76 Triliun di 2025
Selain itu, EBITDA naik 10% (YoY) ke Rp916 miliar, membuat margin EBITDA naik ke 55,6%. Kinerja efisien ini ditopang 2 hal yakni laba kotor lebih tinggi dari segmen berulang dan beban bunga turun signifikan habis buyback obligasi USD.
General Manager Finance Pakuwon, Fenny memaparkan, penyumbang terbesar kinerja pendapatan Pakuwon yakni tetap dari segmen ritel. Sewa mall menyumbang 62ri total pendapatan Rp1,65 triliun.
“Okupansinya dari mal-mal Pakuwon juga sangat tinggi. Misalnya mal Kota Kasablanka Jakarta 100% selama 4 tahun, Royal Plaza Surabaya 98%, Pakuwon Mall Solo baru 99%. Kemudian Pakuwon Mall Bekasi yang baru buka November 2024 pun langsung 96%,” jelasnya dalam paparan publik di Surabaya, Kamis (11/6/2026).
Selain ritel, lanjutnya, segmen hospitality juga turut mengangkat kinerja perseroan. RevPAR hotel bintang 5 tembus Rp959.000 per kamar, naik 2,7% YoY.
“Ini terjadi meski 3 hotel baru Fairfield Bekasi, Four Points Bekasi, dan Aloft Pakuwon City masih tahap awal,” tambahnya.
Pakuwon juga masih rajin belanja aset. Sampai 2035, perseroan siap tambah Net Lettable Area (NLA) ritel 34n jumlah kamar hotel 76%. Ekspansi ke Semarang, Batam, Ibu Kota Nusantara (IKN) juga menjadi bukti perseroan tidak takut ekonomi global berisik.
“Pakuwon membuktikan bahwa model bisnis superblok terintegrasi memang tahan banting. Saat segmen rumah tapak melambat karena suku bunga, segmen sewa + hotel jadi bantalan laba,” tambahnya.
Berkaca pada kinerja 2025, perseroan membukukan pendapatan bersih sebesar Rp7,11 triliun, dengan laba bersih yang disesuaikan sebesar Rp2,92 triliun.
Baca juga: Pakuwon Siapkan Ruang Usaha di Beverly Square Surabaya Timur
Pendapatan bersih itu di dukung oleh pendapatan berulang (recurring income) yang terdiri dari segmen pusat perbelanjaan ritel yang meningkat 14ri Rp3,43 triliun pada tahun sebelumnya, menjadi Rp 3,93 triliun.
Sementara itu, pendapatan sewa perkantoran tercatat sebesar Rp273 miliar, turun 26ri Rp 369 miliar pada tahun sebelumnya, dan pendapatan dari bisnis perhotelan mencapai Rp1,42 triliun, meningkat 2ri Rp 1,38 triliun pada tahun sebelumnya.
Development revenue relatif stabil, dari Rp 1,48 triliun pada tahun sebelumnya menjadi Rp1,49 triliun. Pada 2025, Perseroan juga telah merealisasikan belanja modal sebesar Rp1,21 triliun, yang digunakan terutama untuk pembiayaan proyek konstruksi Superblok Pakuwon Mall Bekasi, Pakuwon City Mall Surabaya tahap 3 dan Pakuwon Mall Surabaya tahap 5.
Dalam public expose tahunan yang diselenggarakan setelah RUPS, Direktur Keuangan dan Corporate Secretary PWON Minarto Basuki menyampaikan bahwa RUPS telah menyetujui untuk pembagian dividen tunai untuk tahun buku 2025 senilai Rp13,-/saham atau setara Rp626 miliar.
“Pembagian dividen ini setara dengan 26,7ri Rp2,35 triliun laba bersih yang dapat diatribusikan kepada entitas induk menggambarkan komitmen berkelanjutan perseroan untuk terus memberikan nilai tambah kepada para pemegang saham PWON,” tutupnya.
Baca juga: Kadin Jatim Dukung Penuh Pertumbuhan Sektor Kawasan Permukiman di Pasuruan. Ini Alasannya
Editor : Peni Widarti