Emil Dardak : Jangan Panic Buying, Stok LPG Subsidi di Jatim Dipastikan Lancar

Reporter : Peni Widarti
Wagub Jatim Emil E. Dardak saat meninjau Pangkalan LPG Nur Komari Jl Jemursari Surabaya. Foto : Peni Widarti

JATIMKINI.COM, Pemerintah Provinsi Jawa Timur bersama dengan Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus memastikan pasokan gas LPG subsisdi 3 kg di Jatim aman di tengah konflik Timur Tengah yang sedang terjadi saat ini.

Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus mencatat, kelancaran distribusi LPG 3 kg memang berada di kiasaran 4,4 hari (4 hari 9,6 jam) untuk kebutuhan konsumsi harian di Jatim sekitar 6.000 metric ton.

Baca juga: Long Weekend Paskah, Pertamina Patra Niaga Tambah 779.800 Tabung LPG 3 Kg di Jatim

Dalam pantauannya di Pangkalan LPG Muh. Nur Komari Jl. Jemursari II Surabaya pada Senin (6/4/2026), Wakil Gubernur Jatim Emil Elestianto Dardak mengatakan bahwa Pertamina telah menjamin ketersediaan energi seperti yang dicanangkan pemerintah pusat dengan pertahanan stok LPG di atas 20 hari.

Namun begitu, katanya, distribusi stok di angka 4,4 hari jangan diartikan sebagai kondisi yang langka sehingga berakibat pada kepanikan masyarakat, termasuk turut mengerek harga di eceran.

“Distribusi yang mencapai lebih dari 20 hari itu tecermin dari keseluruhan rantai pasok, mulai dari depo, kapal yang tengah sandar di pelabuhan, hingga pengiriman yang masih dalam perjalanan menuju Tanah Air. Jadi bukan berarti stok tinggal 4 hari. Itu hanya bagian dari sistem pencatatan di level distribusi, terangnya.

Ia juga menjelaskan bahwa sebelum ada isu perang Iran, angka stok LPG di antara penerimaan dan penyaluran terakhir memang 4,4 hari. Untuk itu, Emil meminta masyarakat tidak mudah panic buying. Justru pembelian yang berlebihan dapat mengganggu stabilitas distribusi LPG tingkat regional.

“Sebetulnya, jalur distribusi LPG Indonesia juga tidak hanya bergantung pada wilayah rawan seperti Selat Hormuz. Jadi tidak ada gangguan langsung ke distribusi kita,” imbuhnya.

Baca juga: BI Jatim : Sinergi Lintas Sektor Perlu Diperkuat untuk Hadapi Tantangan Ekonomi di Tengah Geopolitik  

Untuk itu, ia pun mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak melakukan pembelian berlebihan (panic buying) yang justru berpotensi mengganggu stabilitas distribusi LPG di tingkat regional. 

Dalam kesempatan yang sama, Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus Iwan Yudha Wibawa menegaskan, bahwa angka distribusi. 4,4 hari hanya mencerminkan stok LPG yang tersedia di depo dan siap salur, dan bukan keseluruhan pasokan yang tersedia.

Sedangkan ketersediaan LPG secara nasional, bila termasuk stok dengan yang berada di kapal, pelabuhan, hingga sedang dalam perjalanan, mencapai lebih dari 20 hari.

Baca juga: Pertamina Patra Niaga Jaga Pasokan Energi untuk Sektor Strategis Selama Arus Mudik & Balik Lebaran 

“Bukan berarti usai 20 hari terlewati stok LPG di tingkat nasional menjadi kosong. Pasokannya tetap tersedia karena Pertamina senantiasa melakukan stabilisasi stok melalui pasokan baru secara berkelanjutan atau sirkuler, yang artinya secara terus-menerus keluar maupun masuk,” imbuhnya.

 

 

Editor : Peni Widarti

Ekonomi
Berita Populer
Berita Terbaru