JATIMKINI.COM, Menjelang Hari Raya Lebaran 2026, Perum Bulog Cabang Malang mulai menyalurkan bantuan pangan kepada masyarakat. Program ini diluncurkan di Kelurahan Wonokoyo, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, Jawa Timur, sebagai bagian dari upaya pemerintah menjaga ketahanan pangan sekaligus membantu meringankan beban kebutuhan pokok warga.
Bantuan yang disalurkan mencakup beras dan minyak goreng untuk alokasi Februari hingga Maret 2026. Pemimpin Cabang Bulog Malang, M. Nurjuliansyah Rachman, menyebut program ini menjadi salah satu bentuk kehadiran pemerintah di tengah masyarakat.
“Program bantuan pangan ini merupakan upaya pemerintah menjaga ketahanan pangan masyarakat sekaligus membantu meringankan beban kebutuhan pokok,” ujarnya.
Ia mengungkapkan, jumlah penerima bantuan pangan (PBP) pada periode ini mengalami peningkatan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Untuk wilayah kerja Bulog Malang, jumlah penerima naik dari 332.665 PBP pada 2025 menjadi 623.725 PBP di 2026, atau meningkat sekitar 87,27 persen.
Kenaikan tersebut juga terjadi di Kota Malang. Jumlah penerima tercatat meningkat dari 23.381 PBP menjadi 57.715 PBP, atau melonjak sekitar 146,42 persen. Para penerima tersebar di lima kecamatan, yakni Sukun, Kedungkandang, Blimbing, Lowokwaru, dan Klojen.
Secara rinci, Kecamatan Sukun menjadi wilayah dengan penerima terbanyak yakni 15.150 PBP, disusul Kedungkandang 14.313 PBP, Blimbing 12.225 PBP, Lowokwaru 9.466 PBP, serta Klojen 6.561 PBP.
Di Kelurahan Wonokoyo sendiri, bantuan disalurkan kepada 494 penerima. Total bantuan yang diberikan mencapai 9.880 kilogram beras dan 1.976 liter minyak goreng untuk dua bulan.
Secara keseluruhan, Bulog Malang menyalurkan bantuan sebanyak 12.474.500 kilogram beras dan 2.494.900 liter minyak goreng untuk periode Februari-Maret 2026.
Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, mengapresiasi program tersebut. Ia menilai bantuan pangan ini sangat membantu masyarakat, terutama menjelang Lebaran saat kebutuhan cenderung meningkat.
“Bantuan ini sangat membantu masyarakat, terutama dalam menjaga daya beli dan memastikan kebutuhan pangan tetap terpenuhi,” katanya.
Pemerintah Kota Malang, lanjut Wahyu, juga akan terus melakukan pengawasan agar penyaluran bantuan berjalan tepat sasaran. Koordinasi dengan pihak kelurahan dan kecamatan pun diperkuat untuk memastikan bantuan diterima oleh masyarakat yang benar-benar membutuhkan.
Editor : Bagus Suryo