JATIMKINI.COM, Di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan media sosial, para siswa diharapkan mampu memahami tanggung jawab dalam setiap menjalankan aktivitas digital yang dilakukan.
Untuk itu, empat mahasiswa Ilmu Komunikasi angkatan 2024 Universitas Ciputra Surabaya menyelenggarakan kegiatan sosialisasi bertajuk “Bijak dan Beretika di Dunia Digital” di SMP Lab School Unesa 3, Surabaya.
Baca juga: Kampung Edukasi Sampah Kembali Jadi Studi Pembelajaran Pemdes Mantingan Rembang
Menurut Pemateri Sosialisasi Zahwa dalam kegiatan tersebut mengatakan, pengertian etika sebagai dasar perilaku dalam kehidupan sosial.
Menurutnya, etika di dunia digital yang kini melekat erat dengan para kehidupan remaja saat ini.
“Untuk itu para siswa untuk menyadari bahwa ruang digital bukanlah ruang tanpa batas, melainkan memiliki dampak nyata terhadap diri sendiri dan sesame,” kata Zahwa
Lebih lanjut Zahwa menjelaskan, bahwa setiap unggahan, komentar, maupun penyebaran informasi meninggalkan jejak digital yang bersifat jangka panjang. Pemahaman ini menjadi dasar yang penting sebelum peserta diajak masuk ke pembahasan studi kasus.
Zahwa menekankan, bahwa setiap orang memiliki tanggung jawab pribadi dalam mengelola perilaku dan konten yang dibagikan.
Sementara itu, Ketua Penyelenggara Shannon mengatakan, kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi mata kuliah Communication Ethics yang bertujuan mengedukasi generasi muda mengenai pentingnya etika dalam penggunaan media digital saat ini.
Adapun sasarannya Shannon, menjelaskan , pihaknya berkeinginan para siswa OSIS yang memiliki peranstrategis sebagai teladan di lingkungan sekolah. Selain itu, ada tiga studi kasus yang sering terjadi di kalangan remaja saat ini pertama, fenomena hate comment di media sosial yang dapat berdampak negatif terhadap kondisi psikologis seseorang. Dua perilaku joking around yang sering dianggap bercanda, namun berpotensi menyinggung pihak lain jika tidak disertai empati dan ke ketiga adalah penyebaran informasi tanpa verifikasi yang dapat memicu kesalahpahaman
“Untuk itu, kita harus bijak dan beretika dalam penggunaan media digital,” ujar Shannon.
Sharon menjlesakan, peran OSIS sebagai contoh perubahan di lingkungan sekolah.
Baca juga: Universitas Ciputra Surabaya Catat Sejarah, Gelar TEDx Resmi Pertama di Jawa Timur
Menurutnya, OSIS memiliki posisi strategis untuk menjadi contoh dalam penggunaan media sosial yang positif dan bertanggung jawab.
“OSIS bukan hanya penggerak kegiatan sekolah, tetapi juga panutan dalam bersikap, termasuk di dunia digital,” jelasnya
Hal senada juga diungkapkan, wakil penyelenggara Sasa bahwa mengunakan media digital untuk berpikir kritis sebelum berinteraksi di ruang digital khususnya paada siswa yang menjadi peserta dalam sosialisasi media digital.
“Sering kali, kita merasa apa yang kita tulis hanyalah terkesan candaan, padahal bagi orang yang merasakan bisa menjadi luka,” ungkap Sasa
Seperti diketahui, kegiatan sosialisasi Bijak dan Beretika di Dunia Digital” di SMP Lab School Unesa 3, Surabaya yang diprakarsai mahasiswa Ilmu Komunikasi angkatan 2024 Universitas Ciputra ini terus mendorong para siswa untuk menyadari peran kepemimpinan yang mereka emban.
Baca juga: Pentingnya Etika Komunikasi Untuk Menciptakan Suasana Harmonis
Selain kegiatan diskusi juga melakukan activity time yang melibatkan partisipasi aktif para peserta . Selanjutnya, Vanni sebagai tim juri penilai memberikan instruksi para siswa OSIS dibagi ke dalam beberapa kelompok untuk membuat poster kampanye bertema bijak dan beretika di dunia digital. Nantinya, setiap kelompok mendiskusikan pesan utama yang ingin disampaikan kepada teman sebaya.
Hasil poster kemudian dipresentasikan di depan peserta lain untuk melatih keberanian dan kemampuan komunikasi. Di akhir sesi, panitia mengumumkan kelompok terbaik sebagai bentuk apresiasi atas kreativitas dan kerja sama tim.
Kesimpulannya, setiap individu berhak dan bertanggung jawab menjaga perilaku serta jejak digitalnya.
Ditulis oleh : Tim Mahasiswa Ilmu Komunikasi angkatan 2024 Universitas Ciputra
Editor : Ali Topan