Tapak Suci Sambikerep Bidik Prestasi di Kejurnas UNSC 2025

Reporter : Adi Cahyono
Persiapan tim Tapak Suci 128 Sambikerep Surabaya sudah matang menjelang Kejurnas Pencak Silat UNSC 2025. (Foto: IST)

JATIMKINI.COM, Suasana di halaman padepokan Tapak Suci Cabang 128 Sambikerep beberapa pekan terakhir terasa lebih padat dari biasanya. Sejak pagi hingga malam, suara hentakan kaki, pekikan jurus, dan instruksi pelatih bergema tanpa henti. 

Semua itu bagian dari persiapan panjang sebelum 24 atlet terbaik mereka berangkat menuju kejuaraan nasional Pencak Silat UNSC 2025 di Universitas Muhammadiyah Surabaya, 4–7 September.

Baca juga: Belajar Kimbap di Negeri Ginseng: Jejak Mahasiswa UMSurabaya di Korea Selatan

Ajang ini bukan sekadar kompetisi. Ratusan pesilat dari berbagai daerah di Indonesia datang untuk menguji kemampuan, menjadikan UNSC sebagai salah satu barometer penting pencak silat nasional. Bagi Tapak Suci Sambikerep, kesempatan ini tak hanya soal medali, melainkan juga konsistensi dalam melahirkan generasi pesilat tangguh.

Persiapan dan Target Tinggi

Dari 24 atlet yang diberangkatkan, 14 akan turun di nomor seni, sementara 10 lainnya di nomor tanding. Komposisi ini dipilih untuk memaksimalkan peluang meraih prestasi di berbagai kategori, mulai dari usia dini, pra-remaja, remaja, hingga dewasa.

“Anak-anak sudah berbulan-bulan ditempa, baik teknik, fisik, maupun mental. Kami ingin mereka tampil maksimal di setiap laga,” ujar Muhamad Febrianto, salah satu pelatih.

Latihan rutin mencakup penguasaan jurus, simulasi pertandingan, hingga pembiasaan menghadapi tekanan kompetisi. Semangat itu juga dirasakan para atlet muda.

Baca juga: Pratikno : Prof Sukadiono Miliki Peran Penting Dalam Program Kesehatan di Indonesia

“Kami sudah berlatih keras. Semoga usaha ini bisa membuahkan hasil dan membanggakan nama Tapak Suci Sambikerep,” ungkap Nayla Marveta, salah satu pesilat remaja menjelaskan.

Lebih dari Sekadar Kompetisi

Bagi Universitas Muhammadiyah Surabaya, sebagai tuan rumah, kejurnas ini bukan sekadar arena perebutan juara. UNSC juga menjadi wadah silaturahmi antarperguruan silat, tempat bertemunya ratusan pesilat dengan latar belakang berbeda.

Di sinilah Tapak Suci menempatkan diri. Keikutsertaan mereka bukan soal gengsi, tetapi juga proses pendidikan mental juara. “Yang terpenting, anak-anak mendapat pengalaman bertanding di level nasional. Itu bagian dari perjalanan mereka untuk tumbuh,” kata Anang Dony Irawan, Sekretaris Cabang Tapak Suci 128 Sambikerep.

Baca juga: Atasi Obat Mahal, Muhammadiyah Jatim Desak Pemerintah Gandeng Kampus

Harapan dari Sambikerep

Dengan semangat kebersamaan, dukungan keluarga besar tapak suci, serta disiplin yang sudah tertanam sejak latihan, kontingen Sambikerep optimistis mampu mencetak prestasi. Hasil terbaik yang diharapkan tak semata mengharumkan nama cabang, melainkan juga memperkuat posisi Tapak Suci sebagai perguruan pencak silat terkemuka di Indonesia.

Pada akhirnya, Kejurnas UNSC 2025 bukan soal siapa yang membawa medali terbanyak. Di sini adalah panggung untuk menguji konsistensi, memperkaya pengalaman, dan menyiapkan jalan bagi lahirnya generasi pesilat baru. 

Editor : Rochman Arief

Ekonomi
Berita Populer
Berita Terbaru