JATIMKINI.COM, Seoul di musim panas tahun ini menjadi saksi kunjungan sejumlah mahasiswa asal Universitas Muhammadiyah Surabaya. Kedatangannya untuk menggali pengalaman berbeda: belajar langsung membuat kimbap di Kimchi School.
Program ini bagian dari Kuliah Kerja Nyata (KKN) Internasional UMSurabaya. Para mahasiswa berkesempatan mengenal kuliner tradisional Korea bukan sekadar lewat rasa, tetapi juga melalui sejarah dan filosofi yang menyertainya.
Baca juga: Pratikno : Prof Sukadiono Miliki Peran Penting Dalam Program Kesehatan di Indonesia
Sebelum praktik, instruktur memperkenalkan kisah panjang kimbap dan kimchi. Dulu, rumput laut—bahan penting pembungkus kimbap—hanya bisa disantap kalangan bangsawan karena proses pengolahannya rumit. Kini, dengan bantuan teknologi, ia menjelma jadi makanan populer, dari warung sederhana hingga hotel berbintang.
Demonstrasi pembuatan kimbap dimulai. Dari memilih bahan, mengoles nasi, hingga teknik menggulung yang rapi. Suasana kelas penuh canda: mahasiswa saling mencoba, memperbaiki gulungan, hingga mencicipi hasil buatan sendiri. “Belajar kimbap ternyata tidak sesederhana yang dibayangkan,” ujar seorang peserta sambil tertawa.
Arin Setyowati, dosen pendamping sekaligus Kepala LRIPM UMSurabaya, menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar soal kuliner. “Mahasiswa bisa merasakan bagaimana budaya Korea hadir dalam kehidupan sehari-hari lewat makanan. Pengalaman ini memperluas wawasan mereka tentang tradisi dan nilai masyarakat Korea,” katanya.
Baca juga: Samsung Galaxy A56 5G Nongol di Indonesia, Ini Skema dan Jadwal Pembeliannya
Senada dengan itu, Wakil Rektor Bidang Riset, Kerjasama, dan Digitalisasi UMSurabaya, Radius Setiyawan, menyebut pengalaman di Kimchi School selaras dengan visi KKN internasional.
“Belajar membuat kimbap adalah pembelajaran kontekstual. Mahasiswa tidak hanya mengasah keterampilan, tetapi juga mengembangkan sensitivitas budaya,” ujarnya.
Baca juga: Samsung Luncurkan Mesin Cuci Canggih, Dipersenjatai AI
Acara diakhiri dengan foto bersama: deretan kimbap buatan mahasiswa tersusun rapi di meja. Tak hanya itu, mereka juga mencoba hanbok, pakaian tradisional Korea, lengkap dengan latar miniatur rumah bangsawan untuk berswafoto.
Dari dapur sederhana Kimchi School, mahasiswa UMSurabaya membawa pulang lebih dari sekadar resep kimbap. Mereka membawa cerita tentang perjumpaan lintas budaya—pengalaman yang akan memperkaya perjalanan akademik dan pribadi selama menjalani KKN internasional di Korea Selatan.
Editor : Rochman Arief