Juni Soekendar, Melanjutkan Hidup, Berbahasa Dengan Bunga

Reporter : Rokimdakas
JATIMKINI.COM, Juni Soekendar tak pernah menaruh ambisi besar di dunia seni rupa. Ia lebih memilih berjalan di jalur sunyi ( Foto : Rokimdakas / Jatimkini.com )

JATIMKINI.COM, Juni Soekendar tak pernah menaruh ambisi besar di dunia seni rupa. Ia lebih memilih berjalan di jalur sunyi, menekuni kanvas, menyelami warna, dan menghadirkan bunga sebagai bahasa jiwanya.

‎Sejak muda dia terbiasa hidup di lingkungan yang akrab dengan seni. Hanya saja perjalanan panjang sebagai pelukis tak selalu mulus. Jatuh bangun, kegelisahan dan pencarian makna sempat mewarnai langkahnya.

Baca juga: Indonesia Kehilangan Maestro Surealisme, Lucia Hartini Tutup Usia 66 Tahun

‎Bagi Juni, melukis adalah cara menjaga keseimbangan hidup. Ia dikenal sederhana, tenang, dan lebih suka mengekspresikan isi hatinya lewat sapuan kuas daripada kata-kata.

“Saya ingin melukis yang bisa saya rasakan, bukan sekadar memenuhi selera pasar,” ungkapnya. Prinsip ini membuat karyanya selalu jujur dan personal.

‎Tema bunga yang ia pilih bukan tanpa alasan. Baginya, bunga adalah simbol siklus hidup: lahir, mekar, layu, dan kembali hadir. Dalam kelopak yang rapuh tersimpan pesan tentang keteguhan. Karena itu, bunga dalam lukisan Juni bukan sekadar dekorasi, melainkan refleksi kehidupan.

Baca juga: BMS Pentaskan Dongeng Nusantara di ArtSubs 2025, Melawan Arus Budaya Asing

‎Karya-karyanya memancarkan rasa. Bunga merah dalam kontras gelap memberi letupan energi. Sementara bunga putih bernuansa emas menghadirkan ketenangan spiritual. Permainan cahaya dan warna yang diolah Juni menciptakan kedalaman rasa yang bisa langsung menyentuh penonton.

‎Keseluruhan perjalanan kreatifnya kini dapat disaksikan dalam pameran tunggal di Galeri Merah Putih, Balai Pemuda Surabaya, pada 30 Agustus hingga 4 September, di mana ia menampilkan 20 karya terbarunya. Pameran ini menjadi momentum penting, bukan hanya sebagai unjuk karya, melainkan juga catatan perjalanan seorang pelukis yang setia pada kesederhanaan.

Baca juga: Pamer Lukisan Tiga Masa di Ariel Ramadhan Art Space Surabaya

‎Melihat karya Juni berarti memahami dirinya: sederhana, tenang, apa adanya. Justru dalam kesahajaan itulah keindahan bunga-bunganya terasa mengesankan.

‎

Editor : Ali Topan

Ekonomi
Berita Populer
Berita Terbaru