Pidato HUT RI Ke 80, Prabowo Peringatkan Para Jenderal soal Korupsi dan Kebocoran Kekayaan Negara

Reporter : Adi Cahyono
Presiden RI Prabowo Subianto peringatkan para Jenderal soal korupsi dan kebocoran kekayaan negara ( Foto : Dok Setneg RI )

JATIMKINI.COM, Presiden RI Prabowo Subianto dalam pidato kenegaraan di Sidang Tahunan MPR, DPR, dan DPD RI, di Jakarta, Jumat (15/8/2025). Prabowo secara tegas mengatakan, akan melakukan perang melawan korupsi yang merajalela di setiap tingkatan birokrasi, institusi, BUMN, dan BUMD serta kebocoran kekayaan negara yang ia istilahkan sebagai net outflow of national wealth. 

Ia meminta dukungan penuh dari seluruh anggota MPR dan partai politik demi kepentingan rakyat. Ia juga memberi peringatan tegas terhadap “orang-orang besar, orang-orang kuat, termasuk jenderal atau mantan jenderal dari manapun”, pemerintah tidak akan ragu bertindak demi rakyat.

Baca juga: Perkuat Kecintaan Tanah Air. Sari Roti Dukung Kreativitas Anak Lewat Seni Gambar

“Korupsi adalah masalah terbesar bangsa kita. Pemerintah yang saya pimpin tidak akan ragu-ragu memerangi korupsi di semua lembaga eksekutif,” tegas Prabowo dalam kutipan di laman resminya Kementerian Sekertaris Negara RI

Ia mengungkap, pada awal 2025 pemerintah berhasil mengidentifikasi dan menyelamatkan Rp300 triliun APBN yang rawan diselewengkan termasuk anggaran perjalanan dinas dan ATK yang kini dialihkan ke program produktif yang langsung dirasakan oleh rakyat.

Ekonomi Tumbuh, Investasi Naik, Pengangguran Turun

Di tengah guncangan global, Prabowo melaporkan perekonomian Indonesia tumbuh 5,12% pada kuartal II 2025. Realisasi investasi semester pertama mencapai Rp942 triliun (naik 13,6% dibanding tahun lalu) dan menyerap 1,2 juta tenaga kerja. Tingkat pengangguran nasional turun ke level terendah sejak krisis 1998.

Program Unggulan Pemerintah

 Makan Bergizi Gratis (MBG)

Dalam 7 bulan, MBG telah menjangkau 20 juta anak sekolah, anak prasekolah, ibu hamil, dan menyusui setiap hari. Program ini menciptakan 290.000 lapangan kerja dan melibatkan 1 juta petani, nelayan, peternak, dan UMKM. PBB menyebut MBG sebagai “investasi terbaik bangsa”.

 Kedaulatan Pangan

Pemerintah membuka 2 juta hektar sawah baru, memangkas birokrasi distribusi pupuk, dan menaikkan harga beli gabah menjadi Rp6.500/kg. Stok cadangan beras nasional kini mencapai lebih dari 4 juta ton tertinggi sepanjang sejarah dan Indonesia kembali mengekspor beras dan jagung setelah puluhan tahun.

Baca juga: OJK dan BI Ungkap Resep Pertumbuhan Ekonomi Jatim di Tengah Gejolak Global

Prabowo mengumumkan kebijakan baru: usaha penggilingan beras skala besar harus mendapat izin khusus pemerintah atau dijalankan oleh BUMN/BUMD untuk melindungi rakyat dari praktik “serakahnomics”.

Penanggulangan Kemiskinan

Melalui Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), bantuan sosial dipastikan tepat sasaran. Pemerintah telah membangun 100 Sekolah Rakyat (target 300) bagi anak dari keluarga miskin, merenovasi rumah tidak layak huni, dan meningkatkan kuota FLPP menjadi 350.000 penerima.

Kembali ke Amanat UUD 1945

Prabowo menegaskan solusi dari berbagai permasalahan bangsa adalah menjalankan amanat UUD 1945 secara konsisten, khususnya Pasal 33 ayat 1-4 yang mengatur perekonomian berdasarkan asas kekeluargaan dan penguasaan negara atas cabang produksi penting.

Baca juga: Rakyat Frustasi Dalam Diam

“Undang-Undang Dasar 1945 bukan slogan, tapi rancang bangun yang relevan dan ampuh untuk kita jalankan,” ujarnya.

Apresiasi dan Ajakan Bersatu

Presiden memberikan apresiasi kepada seluruh lembaga Negara MPR, DPR, DPD, BPK, MA, MK, KY, KPK, BI, OJK, dan lainnya atas kontribusi mereka dalam mendukung pemerintahan.

Dalam penutupan pidato Prabowo menyerukan  untuk bersatu dan bergotong royong demi mewujudkan Indonesia yang makmur, berdaulat, dan menjadi kekuatan ekonomi serta moral yang disegani dunia.

“Wong cilik iso gemuyu. Dirgahayu Republik Indonesia ke-80. Merdeka! Merdeka! Merdeka!” seru Prabowo.

Editor : Ali Topan

Ekonomi
Berita Populer
Berita Terbaru