JATIMKINI.COM, PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) membuktikan resiliensi di tengah tantangan overcapacity industri semen domestik dan tekanan harga akibat dinamika geopolitik. Pada periode Januari-September 2026, laba perusahaan melonjak 363,1% year-on-year (YoY).
Direktur Utama SIG, Indrieffouny Indra, mengatakan laba periode berjalan yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai Rp532 miliar.
“Di tengah tantangan overcapacity hingga peningkatan biaya energi, SIG menjalankan inisiatif strategis untuk mengamankan sektor penjualan dan pendapatan, mendorong efisiensi melalui operational excellence, serta pengelolaan keuangan yang baik,” kata Indrieffouny, Jumat, (31/10/2026).
Kinerja keuangan konsolidasi tidak diaudit (unaudited) SIG periode Januari-September 2026 selengkapnya, untuk volume penjualan 27,87 juta ton, pendapatan: Rp27,67 triliun, naik 9,3% YoY, beban pokok pendapatan Rp21,55 triliun, terkendali di 6,1% YoY, EBITDA Rp3,56 triliun, menguat 8,4% YoY dengan margin stabil, serta beban keuangan bersih turun 37,0% YoY, dan laba pemilik entitas induk Rp532 miliar.
Pertumbuhan ditopang pemulihan permintaan nasional. Penjualan domestik SIG tumbuh 4,2% YoY menjadi 22,27 juta ton. Segmen semen kantong domestik jadi kontributor utama dengan pertumbuhan 4,6% YoY, sementara segmen curah tumbuh 2,9% YoY.
“Optimalisasi program efisiensi untuk pengendalian biaya maupun operasi telah memberikan kontribusi pada peningkatan profitabilitas. SIG membuktikan kinerja yang teruji di tengah situasi industri semen domestik yang menantang,” ujar Indrieffouny.
Untuk menjaga pertumbuhan, SIG akan menjaga kepemimpinan di pasar domestik retail dan curah lewat pengelolaan pasar mikro dan disiplin harga, serta memaksimalkan pasar ekspor.
Sejak Juni 2026, melalui anak usaha PT Solusi Bangun Indonesia Tbk, SIG telah mengekspor lebih dari 300 ribu ton semen tipe khusus ke Amerika Serikat melalui kemitraan strategis dengan Taiheiyo Cement Corporation.
Editor : Peni Widarti