Program Bongkar Ratoon, Bangkitkan Kejayaan Gula Klaten

Reporter : Peni Widarti
Program bongkar ratoon di lahan tebu Klaten. Foto : SGN

JATIMKINI.COM, PT Sinergi Gula Nusantara (PT SGN) terus memperkuat komitmennya dalam mendorong kebangkitan industri gula nasional melalui peningkatan produktivitas tebu di berbagai wilayah pengembangan. 

Kali ini, Kabupaten Klaten menjadi salah satu wilayah yang mendapat perhatian melalui penguatan sektor hulu dengan Program Bongkar Ratoon, yang dilaksanakan bersinergi dengan Kementerian Pertanian Republik Indonesia.

Baca juga: SGN Dukung Penegakan Hukum atas Penggelapan 185 Ton Gula

Langkah ini menjadi bagian dari upaya SGN untuk mengoptimalkan potensi perkebunan tebu di Klaten sekaligus menghidupkan kembali kejayaan daerah tersebut sebagai salah satu wilayah yang memiliki sejarah dan potensi dalam industri pergulaan. Melalui peremajaan tanaman tebu, SGN mendorong peningkatan produktivitas lahan, kualitas bahan baku, serta keberlanjutan pasokan tebu bagi industri gula.

Program Bongkar Ratoon dilakukan dengan mengganti tanaman tebu yang telah mengalami penurunan produktivitas dengan tanaman baru yang lebih potensial. 

Upaya ini diharapkan mampu meningkatkan hasil produksi tebu per hektare, memperbaiki kualitas tanaman, serta mendorong peningkatan rendemen gula.  Dengan demikian, produktivitas perkebunan dapat semakin optimal dan memberikan dampak ekonomi yang lebih baik bagi petani.

Direktur Utama SGN, Mahmudi, menegaskan bahwa penguatan sektor hulu merupakan salah satu prioritas perusahaan dalam membangun industri gula yang berdaya saing. Menurutnya, peningkatan produktivitas tebu harus dilakukan secara terintegrasi melalui peremajaan tanaman, penguatan kemitraan, serta pendampingan kepada petani.

"Kami melihat Klaten memiliki potensi besar untuk kembali menjadi salah satu kekuatan dalam industri pergulaan. Melalui Program Bongkar Ratoon, SGN ingin mendorong peningkatan produktivitas tebu secara berkelanjutan, sekaligus memperkuat kolaborasi dengan petani dan pemerintah. Kami ingin memastikan bahwa penguatan industri gula tidak hanya berorientasi pada peningkatan produksi, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan petani," ujar Mahmudi.

Lebih lanjut, Mahmudi menyampaikan bahwa keberhasilan industri gula sangat ditentukan oleh kualitas bahan baku yang dihasilkan dari perkebunan. Oleh karena itu, SGN terus mendorong transformasi pengelolaan perkebunan tebu melalui penerapan budidaya yang lebih baik, penggunaan varietas unggul, serta optimalisasi potensi lahan.

Sinergi bersama Kementerian Pertanian menjadi elemen penting dalam mempercepat pelaksanaan program tersebut. Dukungan pemerintah melalui kebijakan dan program pengembangan perkebunan diharapkan dapat memperkuat upaya peremajaan tanaman serta meningkatkan kapasitas produksi tebu nasional.

Baca juga: PG Rendeng - SGN Genjot Produktivitas Tebu Melalui Tanam Bongkar Ratoon

Direktur Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian RI, Heru Tri Widarto, menyampaikan bahwa Kabupaten Klaten memiliki sejarah panjang dalam industri pergulaan nasional. Menurutnya, Klaten pernah menjadi salah satu sentra produksi gula terbesar di Indonesia dengan keberadaan sembilan pabrik gula yang menjadi bagian dari kejayaan industri gula di wilayah tersebut.

"Dahulu, di Klaten terdapat 9 pabrik gula dan wilayah ini pernah menjadi salah satu pusat produksi gula terbesar di Indonesia. Namun, seiring berjalannya waktu, kejayaan tersebut perlahan memudar dan kini tidak lagi seperti dahulu. Karena itu, mari kita bersama-sama mengembalikan kejayaan gula Klaten. Melalui program Bongkar Ratoon, kita dorong peningkatan produktivitas tebu, peremajaan tanaman, serta penguatan peran petani. Kami berharap sinergi antara pemerintah, SGN, dan seluruh pemangku kepentingan dapat menjadi momentum kebangkitan industri gula di Klaten," ungkap Heru Tri Widarto.

Melalui program ini, SGN berharap pengembangan perkebunan tebu di Klaten dapat memberikan kontribusi terhadap peningkatan pasokan bahan baku industri gula sekaligus memperkuat ekosistem kemitraan antara perusahaan dan petani. Penguatan sektor hulu diharapkan berjalan selaras dengan optimalisasi kapasitas pengolahan di pabrik gula sehingga tercipta rantai produksi gula yang semakin efisien.

Bagi SGN, membangkitkan kejayaan gula Klaten bukan hanya tentang meningkatkan produksi, tetapi juga membangun kembali kekuatan industri pergulaan melalui kolaborasi, inovasi, dan keberpihakan terhadap petani. Dengan semangat sinergi bersama pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan, SGN terus mengambil peran dalam memperkuat industri gula nasional menuju swasembada gula Indonesia.

Baca juga: Bupati Sragen Apresiasi PG Mojo, SGN Perkuat Komitmen ESG dan Kesejahteraan Petani Tebu

 

 

 

 

Editor : Peni Widarti

Ekonomi
Berita Populer
Berita Terbaru