JATIMKINI.COM, PT Indosat Tbk (Indosat Ooredoo Hutchison / IDX: ISAT) sukses mempertahankan momentum bisnis kuat sepanjang sembilan bulan pertama 2026. Perusahaan mencatat pertumbuhan pendapatan dua digit sekaligus peningkatan profitabilitas.
Pendapatan Indosat tumbuh 11% year-on-year (YoY) menjadi Rp45,8 triliun. EBITDA tumbuh kuat mencapai Rp21,1 triliun. Laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk melesat 37,2% YoY menjadi Rp4,9 triliun.
Baca juga: Indosat Hadirkan IM3 Istimewa di Surabaya, Banyak Manfaat dalam Satu Paket Prabayar
Kinerja solid ini semakin memperkuat posisi Indosat sebagai salah satu perusahaan telekomunikasi dengan pertumbuhan tercepat di Asia Tenggara.
Vikram Sinha, President Director and CEO Indosat Ooredoo Hutchison, mengatakan fondasi bisnis yang kuat memungkinkan perusahaan berinvestasi ke fase pertumbuhan berikutnya.
Baca juga: IM3 Hadirkan Inovasi SATSPAM+ Untuk Perlindungan Scam WhatsApp Call
“Bisnis inti telekomunikasi yang kuat merupakan fondasi utama transformasi kami. Fokus kami tetap pada peningkatan pengalaman pelanggan, penguatan monetisasi, serta mengoptimalkan investasi pada jaringan dan spektrum. Investasi kami di bidang AI kini mulai menunjukkan kontribusi bisnis yang nyata,” ujar Vikram dalam rilis yang dikutip Sabtu, (31/10/2026).
Pertumbuhan bisnis inti didorong strategi AI hyper-personalization berbasis data. Hasilnya, Average Revenue Per User (ARPU) seluler gabungan tumbuh 16,5% YoY menjadi Rp46.000, seiring trafik data naik 16,0% menjadi 14.829 petabyte. Capaian ini ditopang pemanfaatan AI untuk memahami perilaku pelanggan, investasi jaringan, spektrum, dan kapabilitas 5G.
Baca juga: Trafik Data Selama Nataru Diprediksi Naik 16%, Indosat Pastikan Keandalan Jaringan Internet
Tak hanya itu, Indosat juga mulai memetik hasil dari transformasi menjadi AI TechCo. Pendapatan Solusi Indosat Ai Cloud tercatat mencapai US$50 juta pada sembilan bulan pertama 2026, melampaui pendapatan US$28 juta sepanjang 2025. Pendapatan ini diproyeksi mencapai USD100 juta pada akhir 2026.
Editor : Peni Widarti