272 Atlet dari 27 Provinsi Bersaing di Kejurnas Tenis Junior Piala Gubernur Jatim 2026

Reporter : Adi Cahyono
Pembukaan Kejurnas Tenis Junior Piala Gubernur Jawa Timur 2026 di GOR Unesa Surabaya.

JATIMKINI.COM – 272 Atlet dari 27 Provinsi Bersaing di Kejurnas Tenis Junior Piala Gubernur Jawa Timur 2026. Digelar di Surabaya hingga 30 Oktober mendatang, kejuaraan ini menjadi ajang persaingan sekaligus bagian penting dari pembinaan atlet tenis menuju prestasi nasional.

Kejuaraan resmi dibuka di Lapangan Tenis Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Senin (26/10). Mengingat banyaknya peserta yang datang dari berbagai daerah, pertandingan dipusatkan di dua lokasi, yakni Lapangan Tenis Unesa dan Wiyung Pratama.

Baca juga: Tiga UMKM Batik Binaan Bank UMKM Jatim Tampil Memikat dalam Misi Dagang Jatim-Aceh

Ketua Pengurus Provinsi Persatuan Lawn Tenis Indonesia (Pelti) Jawa Timur, Ismed Jauhar, mengatakan penyelenggaraan kejuaraan tersebut merupakan hasil kolaborasi Pelti Jatim dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora), serta mendapat dukungan KONI Jatim dan Unesa.

Menurut Ismed, Kejurnas Piala Gubernur Jatim menjadi bagian dari rangkaian kompetisi tenis yang berkesinambungan, mulai dari tingkat wilayah, nasional, hingga internasional.

“Alhamdulillah, pelaksanaan kejuaraan Piala Gubernur ini diinisiasi oleh Pemprov Jawa Timur melalui Kadispora sehingga kami bisa melaksanakan kegiatan dari pembukaan sampai tanggal 30 Oktober ini dengan lancar,” ujar Ismed.

Ia menyebut kejuaraan tersebut melanjutkan rangkaian kegiatan sebelumnya, termasuk Kejuaraan Wilayah (Kejurwil), Kejurnas, dan turnamen internasional Piala Widjojo Sujono yang berlangsung bulan lalu.

Lebih dari sekadar kompetisi, Ismed menilai kejuaraan nasional ini memiliki peran strategis dalam membangun jalur pembinaan atlet secara berjenjang. Kompetisi menjadi sarana untuk mengukur perkembangan kemampuan atlet sekaligus mempersiapkan mereka menghadapi persaingan yang lebih tinggi, termasuk Pekan Olahraga Nasional (PON).

Kepala Dispora Jatim, M Hadi Wawan Guntoro, yang hadir mewakili Gubernur Jawa Timur, mengapresiasi sinergi antara pemerintah daerah, KONI, Pelti Jatim, dan perguruan tinggi dalam mendukung penyelenggaraan kejuaraan tersebut.

Hadi menegaskan, pembinaan olahraga harus dipandang sebagai investasi jangka panjang. Hasilnya tidak selalu dapat dirasakan dalam waktu singkat, tetapi membutuhkan konsistensi program dan dukungan berkelanjutan.

“Kita paham bahwa olahraga adalah investasi jangka panjang dan investasi masa depan. Oleh karena itu, apa yang kita tanam sekarang harapannya buahnya bisa kita petik lima hingga 10 tahun ke depan,” ungkapnya.

Baca juga: Festival Sawunggaling Surabaya Puncak 18 Oktober Menampilkan Jemparingan dan Kirab Budaya

Ia berharap kejuaraan ini mampu meningkatkan kemampuan teknis dan mental bertanding atlet muda. Dengan pembinaan yang konsisten, atlet Jawa Timur diharapkan terus berkontribusi dalam berbagai kompetisi, baik single event maupun multi-event, di tingkat regional, nasional, hingga internasional.

Sementara itu, Ketua KONI Jatim, M Nabil, menekankan pentingnya memperbanyak kesempatan bertanding sebagai bagian dari strategi pembinaan atlet modern.

Menurut Nabil, latihan harus diimbangi dengan kompetisi agar atlet terbiasa menghadapi tekanan pertandingan dan mampu mengukur kemampuannya melawan lawan dengan karakter permainan berbeda.

“Jangan sampai atlet lebih sering latihan daripada bertanding. Catatan penting kita, tenis ini adalah rumahnya Jawa Timur; ukurannya sudah hampir tiga kali kita menjadi juara umum di PON. Karena itu, prestasi ini harus di-maintenance dan dipelihara agar tidak terjadi keterputusan generasi,” tegas Nabil.

Ia mengingatkan, keberhasilan tenis Jawa Timur harus dijaga melalui pembinaan yang berkesinambungan. Regenerasi atlet menjadi faktor penting agar prestasi yang telah diraih dapat dipertahankan dan ditingkatkan.

Baca juga: CIMB Niaga Perluas Ekosistem OCTO lewat Arena Padel di Surabaya

Dukungan terhadap penyelenggaraan kejuaraan juga datang dari Unesa sebagai tuan rumah. Wakil Rektor IV Bidang Perencanaan, Pengembangan, Kerja Sama, dan TIK Unesa, Prof. Dr. Dwi Cahyo Kartiko, menyatakan kampusnya berkomitmen mendukung kegiatan olahraga yang berorientasi pada peningkatan prestasi.

Menurut Dwi Cahyo, komitmen tersebut sejalan dengan tagline Unesa, “Rumah Para Juara”, yang diwujudkan melalui keterbukaan kampus dalam memfasilitasi penyelenggaraan berbagai kejuaraan olahraga.

“Kami berterima kasih kepada Pelti karena kejuaraan ini skalanya besar dan berbiaya tidak sedikit. Dengan tagline ‘Rumah Para Juara’, kami membuka selebar-lebarnya aktivitas apa pun—tidak hanya tenis, tapi semua cabang olahraga. Kami siap menjadi tuan rumah yang baik dan menyiapkan lapangan sesuai standar yang ada,” pungkasnya.

Kejurnas Tenis Piala Gubernur Jatim 2026 dijadwalkan berlangsung hingga 30 Oktober. Selain menjadi arena persaingan atlet dari 27 provinsi, kejuaraan ini diharapkan memperkuat kesinambungan pembinaan tenis sekaligus menjaga posisi Jawa Timur sebagai salah satu kekuatan utama tenis nasional.

Editor : Ali Topan

Ekonomi
Berita Populer
Berita Terbaru