JATIMKINI.COM, Beredarnya foto ketua fraksi PSI Josiah Michael bersama Arief Wirawan, Eusebius Purwadi, Rudy Gaol dan Achmad Hidayat di beberapa media membuat spekulasi politik di kota Surabaya menjadi berbeda.
Menanggapi hal itu Rudy Gaol langsung memberi klarifikasi terkait beredarnya foto di media yang seharusnya bukan menjadi konsumsi untuk publik
Baca juga: Resmi. H. Nur Muhyidin di Tunjuk sebagai Ketua OC Musda VII DPD Partai Demokrat Jatim
Rudy secara tegas menyatakan, bahwa pertemuan tersebut bukan agenda politik yang dirancang untuk mempengaruhi perpindahan kader manapun membangun poros baru. Namun, pertemuan itu sekedar untuk kopi darat yang biasa dirinya lakukan selama ini
"Pada saat itu kami ada sesi foto bersama karena ada kebutuhan dari bro Josiah Michael untuk laporan internal kegiatan harian. Saya menyatakan kepada teman-teman yang hadir bahwa foto-foto di lokasi itu untuk kebutuhan internal,” tegas Rudy saat memberikan klarifikasi di Gedung DPRD Surabaya kemarin.
Rudy mengaku sangat terkejut saat foto dirinya beredar sangat cepat hanya beberapa menit setelah Achmad Hidayat meninggalkan lokasi.
Dampaknya, sejumlah pihak, termasuk Josiah Michael, Purwadi, dan dirinya, menerima telepon serta pesan dari awak media maupun pihak lain yang meminta penjelasan mengenai maksud pertemuan tersebut.
"Kami menyesal atas beredarnya foto tersebut, karena akan memicu kegaduhan politik. Yang kita sesalkan, langkah yang diambil oleh Ahmad Hidayat ini kemudian menimbulkan polemik, menimbulkan kegaduhan,” ujarnya
Rudy menegaskan, bahwa rombongan dirinya , Arif Wirawan dan Purwadi bukan bagian dari rombongan Achmad Hidayat.
Rudy juga menambahkan, bahwa Arif sudah mengundurkan diri dari PDIP sejak 1 April 2026, meskipun pada saat itu masih disebut menjabat Ketua PAC PDIP Tambaksari.
Karena itu, dirinya menilai latar belakang dan waktu pengunduran diri Arif perlu diperhatikan agar tidak muncul kesimpulan bahwa semua orang dalam foto memiliki agenda politik yang sama.
“Mas Arief ini sudah mundur dari PDI Perjuangan sejak 1 April 2026. Jadi tidak benar kalau ada pemberitaan di luar bahwa teman-teman yang bertemu pada malam hari itu masuk dalam rombongannya Achmad Hidayat,” jelas Rudy.
Disisi lain Rudy juga membantah, adanya pembicaraan khusus mengenai PSI antara Purwadi dan Achmad Hidayat dalam pertemuan tersebut.
Rudy menyebutkan, bahwa kehadiran mereka bertujuan mengenal Josiah Michael, bukan untuk merancang perpindahan kader secara kolektif.
Sedangkan, status Eusebius Purwadi, Rudy mengungkapkan bahwa Purwadi telah menyampaikan kepadanya mengenai surat pengunduran diri yang dikirimkan kepada DPP PDIP melalui surat elektronik pada 17 Juli 2026. Purwadi tidak mau dirinya menjadi beban bagi partai. Namun, keterangan mengenai pengunduran diri tersebut masih perlu dikonfirmasi kepada Purwadi dan pengurus PDIP untuk memastikan status administratif serta kedudukannya dalam struktur organisasi.
Dalam hal ini, Rudy mengaku tidak ingin mencampuri persoalan internal PDIP.
Baca juga: Demokrat Dan PKS Jatim Mulai Bahas Sinergi Pemerintahan Hingga Sinyal Pilgub
Ia menyatakan, pertemuan dengan Josiah dilakukan setelah dirinya memperoleh informasi bahwa Purwadi telah mengajukan pengunduran diri.
Rudy mengaku tidak ingin pertemuan tersebut justru memicu persoalan antara Fraksi PSI dan PDIP apabila status Purwadi masih menjadi polemik.
PSI Diminta Tidak Terseret Konflik
Di tengah ramainya spekulasi, Rudy mengingatkan agar PSI Surabaya tidak terseret ke dalam konflik personal maupun persoalan internal partai lain.
Menurutnya, polemik foto itu tidak seharusnya mengaburkan kerja politik dan fungsi kelembagaan para pihak, khususnya Josiah Michael sebagai anggota DPRD Surabaya.
Ia juga menegaskan, bahwa polemik tersebut bukan hasil desain politik PSI. Rudy menyebut pertemuan itu bermula dari inisiatif sejumlah individu yang ingin berkomunikasi dan mengenal Josiah Michael.
“Saya ingin menyampaikan kepada publik, kepada teman-teman partai-partai yang ada di Kota Surabaya, polemik atau kegaduhan yang terjadi kemarin-kemarin itu murni bukan ada desain dari PSI,” ujarnya.
Meski demikian, Rudy menegaskan, bahwa dirinya tidak berbicara atas nama resmi partai. Ia menyadari kapasitasnya bukan sebagai pengurus struktural yang berwenang mengeluarkan sikap organisasi. Karena itu, pernyataannya perlu dipahami sebagai klarifikasi pribadi berdasarkan pengetahuan dan keterlibatannya dalam pertemuan tersebut.
Baca juga: Soal Kenaikan Banpol Saat Efisiensi Anggaran Daerah. Ini Jawaban Ketua DPRD Surabaya
Rudy tetap menyatakan PSI terbuka bagi siapa pun yang ingin bergabung dan memperjuangkan aspirasi masyarakat.
Rudy berharap, partai tersebut menjadi ruang politik baru bagi warga Surabaya yang ingin berkontribusi terhadap pembangunan kota.
Editor : Ali Topan