JATIMKINI.COM, Festival Ekonomi Syariah (FESyar) Regional Jawa 2026 tidak hanya menjadi ajang pameran dan transaksi, tetapi juga menghadirkan 3 program pembaruan untuk memperkuat ekosistem ekonomi syariah yang lebih inklusif dan nyata.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Jawa Timur, Ibrahim, mengatakan dalam 5 tahun terakhir FESyar Jawa terus berevolusi dari penguatan digitalisasi menuju ketahanan dan kemandirian ekonomi syariah nasional.
Baca juga: 12 Ribu Lebih Sertifikat Halal Impor Masuk RI, China Mendominasi. Produk Lokal Jangan Kalah Saing
"Tahun ini dengan semangat akselerasi sinergi dan transformasi, kita ingin potensi ekonomi syariah lebih nyata melalui kolaborasi dan teknologi digital," ujar Ibrahim dalam Opening Ceremony FESyar Jawa 2026 di Grand City Convex Surabaya, Sabtu (26/9/2026).
Ia memaparkan, 3 program Pembaruan. Pertama, Halal Lifestyle : Melalui Pasar Rakyat Halal, Aman dan Sehat (PRH-AH) dan penguatan Zona KHAS (Kuliner Halal, Aman, Sehat). Program ini bertujuan memperkuat jaminan produk halal sekaligus meningkatkan daya saing dan akses pasar UMKM halal.
Kedua, Wakaf Produktif. Yakni optimalisasi wakaf uang untuk manfaat pendidikan, dengan mengoptimalkan peran wali murid untuk memperluas manfaat wakaf. Wakaf tidak lagi hanya untuk pembangunan fisik, tapi menjadi instrumen pembiayaan pendidikan yang berkelanjutan.
Ketiga, Pembiayaan Inovatif. Melalui innovative financing program yang mendukung pengadaan perumahan bagi guru madrasah dan pesantren anggota Hebitren (Himpunan Ekonomi Bisnis Pesantren). Ini menjadi solusi atas kebutuhan hunian layak bagi tenaga pendidik di lingkungan pesantren.
Ibrahim menyebut pembaruan ini relevan dengan modal besar yang dimiliki Jawa. Jawa Timur sendiri memiliki lebih dari 70% penduduk muslim, 7.000 lebih pesantren, dan 600.000 santri. Bank Indoneisa Jatim bahkan telah membersamai 463 pesantren di Jawa dalam pengembangan produk dan sertifikasi halal.
Ia menyebut, bahwa Jawa memiliki modal kuat untuk menjadi episentrum ekonomi syariah nasional. Selain menjadi pusat aktivitas ekonomi, Jawa memiliki basis industri dan UMKM yang besar, pasar yang luas, serta jaringan pesantren dan lembaga pendidikan Islam yang kuat. PDRB Jawa sendiri tumbuh solid 5,6% YoY dan menjadi penopang utama halal value chain nasional.
"Selain jadi pusat aktivitas ekonomi, Jawa memiliki basis industri dan UMKM yang besar, pasar yang luas dan jaringan pesantren yang kuat. Ini penting bagi perkembangan ekonomi syariah berbasis sektor riil," katanya.
Sementara itu, Deputi Kepala BI Jatim Rifki Ismal menambahkan bahwa FESyar 2026 tetap fokus pada 3 area utama: makanan halal, modest fashion, dan pariwisata ramah muslim.
"Yang baru adalah bagaimana kita membangun ekosistemnya end-to-end, mulai dari pesantren, bank, UMKM, sampai lembaga zakat," jelas Rifki.
Program pembaruan ini sekaligus mendorong capaian transaksi. Hingga hari kedua FESyar Jawa 2026, segmen perdagangan sudah mencapai Rp35,5 miliar dari target Rp35 miliar, dan segmen pembiayaan tembus Rp56 miliar dari target 48 miliar, serta segmen penjualan UMKM dari target Rp7,3 miliar sudah tercapai Rp2,1 miliar.
Gubernur Bank Indonesia Destry Damayanti dalam sambutannya mengatakan bahwa target FESyar Jawa 2026 ini bukan hanya ajang event tahunan yang kali ini sudah digelar sebanyak 13 kali. Namun lebih dari itu, ajang ini harus memiliki dampak nyata atau impactfull.
“FESyar bisa sampai 13 kali digelar itu karena potensinya besar, baik di keuangan syariah secara global atau universal. Bukan karena ini untuk agama tertentu, tidak!. Ini karena secara global, ketika Indonesia menerbitkan Sukuk global atau ritel, yang beli bukan hanya mereka yang muslim, tapi seluruh kalangan (agama),” ujarnya.
Sebab, menurutnya sifat syariah adalah model yang secara ekonomi memiliki value yang tinggi. Setidaknya ada 3 value yang dimiliki syariah, yakni harus inklusif atau semua segmen memiliki akses dari produk syariah, lalu bersifat sustainable yakni cinta dengan alam dan lingkungan, serta adil karena tidak bisa satu sisi yang menikmati keuntungan besar.
Baca juga: BI Jatim Dorong Penggunaan LCT Jaga Stabilitas Rupiah, 6 Negara Siap Pakai Mata Uang Lokal
Adapun gelaran FESyar Jawa 2026 yang berlangsung pada 25 - 27 September 2026 ini didukung 294 sinergi antar lembaga, yang terdiri dari 16 instansi/lembaga, 20 komunitas/asosiasi dan 258 pelaku usaha dan industri.
Dalam rangkaiannya terdapat forum syariah baik internasional maupun regional, lalu edukasi dan literasi syariah seperti talkshow dan Tabligh Akbar, serta pameran syariah yang terdiri dari business matching melalui business linkage perdagangan dan pembiayaan, disusul kegiatan halal showcase, Pameran dari 215 pelaku usaha, hiburan islami dan walk, serta 11 lomba eksyar.
Editor : Peni Widarti