JATIMKINI.COM, Serbuan produk halal impor ke Indonesia semakin besar. Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) mencatat hingga saat ini sudah ada 12.454 Sertifikat Halal Luar Negeri (SHLN) yang mencakup 252.031 produk asing beredar di pasar domestik.
China menjadi negara penyumbang produk halal impor terbanyak dengan porsi 27,58ri total produk.
Data tersebut diungkapkan Sekretaris Utama BPJPH Muhammad Aqil Irham di sela Festival Ekonomi Syariah (FESyar) Regional Jawa 2026 di Surabaya, Jumat (25/9/2026).
Menurut Aqil, kondisi ini menjadi alarm bagi pelaku usaha dalam negeri. Jika produk lokal tidak segera bersertifikat halal, konsumen justru akan beralih ke produk impor yang sudah terjamin kehalalannya.
"Kalau produk domestik belum bersertifikat halal, konsumen nanti malah memilih mengonsumsi produk impor yang halal," kata Aqil.
Ia menegaskan, mulai 18 Oktober 2026 kewajiban sertifikasi halal akan memasuki tahap berikutnya, termasuk bagi pelaku usaha mikro dan kecil serta produk dari luar negeri. Artinya, persaingan akan semakin ketat.
Di sisi lain, produk Indonesia yang telah bersertifikat halal justru punya peluang besar untuk ekspor ke negara-negara yang mensyaratkan sertifikasi halal.
Deputi Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Jawa Timur Rifki Ismal mengatakan, kepastian halal berkaitan langsung dengan kepercayaan konsumen.
"Kadang ada keraguan konsumen saat mengonsumsi suatu produk. Apa ini halal atau tidak?" ujar Rifki.
Rifki menyebut, Bank Indonesia mendorong penguatan rantai pasok halal dari hulu hingga hilir. Potensi Jawa Timur sangat besar dengan sekitar 970.000 santri dan posisi Indonesia yang kini peringkat 1 dunia untuk modest fashion, peringkat 3 makanan halal, dan peringkat 2 pariwisata ramah muslim.
Baca juga: BI Jatim Dorong Penggunaan LCT Jaga Stabilitas Rupiah, 6 Negara Siap Pakai Mata Uang Lokal
"Pasar halal kita besar, tapi kalau tidak diperkuat dari sekarang, kita hanya akan jadi penonton di negeri sendiri," pungkasnya.
FESyar Jawa 2026 sendiri digelar pada 25-28 September 2026 di Grand City Convex Surabaya, dengan agenda literasi, pameran UMKM halal, serta layanan sertifikasi halal dan pembiayaan syariah.
Baca juga: BI Jatim Dorong Daerah Pakai "Pembiayaan Kreatif" untuk Kejar Investasi
Editor : Peni Widarti