JATIMKINI.COM, Masa liburan mahasiswa membuat jalur pendakian Gunung Arjuno-Welirang via Sumber Brantas, Cangar - Batu dibanjiri pendaki. Animo tinggi ini membuat kuota pendaki sebanyak 200 orang per hari selalu ludes, baik weekday maupun weekend.
Dadang Suhendro, selaku Manggala Agni di Pos Perizinan Arjuno-Welirang via Sumber Brantas mengatakan, untuk mengantisipasi membludaknya pendaki, pos perizinan memperketat keamanan dan penjagaan jalur. Pendakian dipusatkan pada 1 jalur utama, dengan titik-titik khusus untuk evakuasi dan pemadaman.
Baca juga: Ikatan Remaja Anti Narkotika Pecinta Alam Gelar Ekspedisi Pendakian Gunung Bekel
"Kita taruh orang di sana. Ranger-ranger kita sudah di atas semua. Jumlahnya 9 orang," kata Dadang kepada Jatimkini, Sabtu (25/7/2026).
Tantangan Cuaca: Dingin Minus dan Kabut Tebal
Selain jumlah pendaki, tantangan lain datang dari cuaca. Dua pekan terakhir, suhu di puncak mencapai minus 1 sampai minus 2 derajat Celcius. Kabut tebal juga kerap muncul menjelang maghrib dan bertahan sekitar 1 jam.
"Alhamdulillah cuaca mendukung. Cuma badai sama dingin. Dinginnya sampai minus. Kabutnya tebal sekali kalau menjelang maghrib," ungkapnya.
Dadang mengimbau pendaki wajib membawa jas hujan dan jaket windproof atau anti angin.
"Jas hujannya bukan buat pas hujan saja. Jadi sebelum pakai jaket, pakai jas hujan dulu. Itu sangat membantu sekali. Kalau masih kedinginan, pakai thermal blanked," sarannya.
Pendaki Pemula dan Sampah Jadi PR
Dadang juga menyoroti banyaknya pendaki pemula yang berangkat tanpa persiapan matang.
"Kalau sekarang kan kebanyakan yang penting pendaki, enggak ada persiapan. Kalau dulu persiapan 1-2 bulan. Sekarang sudah punya uang, langsung berangkat," ujarnya.
Masalah lain adalah sampah dan kemunculan babi hutan yang dipicu ulah pendaki.
"Masalah lain ada babi hutan. Bukan karena babinya yang ganas, tapi karena ulah pendaki sendiri. Habis makan kuahnya dibuang, sisa sayur enggak ditanam. Plastik tidak dibawa turun," tegasnya.
Jalur Favorit yang Tak Pernah Sepi
Via Sumber Brantas disebut Dadang sebagai jalur favorit pendakian di Jatim. Setiap akhir pekan dipastikan penuh karena jalur ini memilikinakses menuju 4 puncak di atas 3.000 mdpl.
"Kalau via Sumber Brantas itu jalur favorit. Enggak ada kata enggak penuh. Karena di sini adalah One Four Summit. Jadi 1 jalur bisa dapat 4 gunung dengan ketinggian di atas 3.000 an mdpl semua," pungkasnya.
Pihaknya berharap pendaki lebih bijak, mempersiapkan fisik-mental, dan menjaga kelestarian alam agar pesona Arjuno-Welirang tetap lestari.
Perjalanan Dimulai dari Pickup Hingga "Tanjakan Tidak Ada Ampun"
Perjalanan menuju puncak Arjuno-Welirang via Sumber Brantas dimulai dari basecamp. Dari sini, pendaki cukup menempuh waktu 30 menit dengan angkutan pickup menuju Pintu Rimba. Tarifnya Rp25.000/orang, ditambah tiket masuk kawasan Brakseng Rp5.000/orang.
Petualangan sesungguhnya baru dimulai dari Pintu Rimba. Untuk mencapai area camp di Lembah Lengkehan, pendaki butuh waktu 6-7 jam berjalan normal. Bisa lebih lama jika memilih jalan santai sambil menikmati damainya suasana hutan.
Memasuki pertengahan jalur, tepatnya dari Pos 3 menuju Lengkehan, pendaki akan dihadapkan pada "tanjakan tidak ada ampun". Jalur saat ini didominasi debu tebal karena memasuki musim kemarau.
Di beberapa titik antara Pos 2 dan Pos 3, terlihat beberapa lubang di tanah dan bongkahan batu yang mengeluarkan uap panas. Diduga uap ini berasal dari aktivitas belerang. Pendaki diimbau tidak berlama-lama di area tersebut karena uapnya berbahaya bagi pernapasan dan bisa menimbulkan pusing.
Pesona Lembah Lengkehan dan Empat Puncak
Lelah terbayar lunas saat memasuki Lembah Lengkehan. Hamparan pepohonan cantigi yang eksotis langsung menyambut. Cantigi merupakan tanaman perdu tangguh (Vaccinium varingifolium atau Pemphis acidula varietas pegunungan) yang hidup di tanah vulkanik ekstrem.
Tanaman ini terkenal karena daunnya yang kecil, batangnya yang berliku artistik, serta kayunya yang sering dipakai untuk bahan bonsai atau hiasan akuarium.
Saat sudah mencapai puncak Lengkehan, lautan awan putih sudah tampak menggulung di kejauhan. Ini menciptakan pemandangan magis khas pegunungan.
Dari Lembah Lengkehan, pendaki bisa memilih destinasi puncak. Umumnya, jika tiba di Lengkehan sore jam 3, pendaki bisa mengejar sunset di puncak Gunung Kembar 2 atau di puncak Gunung Kembar 1 serta Welirang.
Menuju Gunung Welirang membutuhkan waktu sekitar 2,5 jam perjalanan naik, atau 5 jam pulang-pergi. Sementara untuk menaklukkan puncak Gunung Arjuno dari Lengkehan dibutuhkan waktu sekitar 6 jam, tergantung kondisi dan kemampuan fisik. Umumnya tujuan Arjuno dilakukan summit sejak dini hari jam 01.00 WIB agar bisa menikmati sunrise di pagi hari.
Editor : Peni Widarti