JATIMKINI.COM, Menteri Pertanian Amran Sulaiman menghadiri pertemuan bersama PT Sinergi Gula Nusantara (SGN) sebagai bentuk konsolidasi nasional untuk mempercepat peningkatan produksi gula melalui peremajaan kebun tebu dan penguatan kolaborasi antara pemerintah, BUMN, perusahaan swasta, serta petani.
Amran menegaskan bahwa percepatan swasembada gula merupakan arahan langsung Presiden Republik Indonesia. Karena itu, pemerintah menyiapkan program bongkar ratoon secara masif terhadap tanaman tebu yang sudah tidak lagi produktif.
Baca juga: Luncurkan Revolusi 888, SGN Kejar Target 8% GKP per Tebu
"Perintah Bapak Presiden, swasembada gula putih paling lambat 2 tahun harus tercapai. Insya Allah kami akan melakukan bongkar ratoon secara besar-besaran. Tanaman ratoon berumur 12 tahun, 7 tahun hingga 15 tahun akan kita bongkar dan diremajakan. Target kita sekitar 100 ribu hektare setiap tahun. Kalau memungkinkan, 2 tahun seluruh program ini dapat selesai. Anggaran sudah kami siapkan atas persetujuan Bapak Presiden," kata Menteri Pertanian dalam siaran rilis, Rabu (22/7/2026).
Menurutnya, percepatan peremajaan tanaman menjadi kunci untuk meningkatkan produktivitas tebu nasional sehingga mampu mendongkrak produksi gula dalam negeri dan mengurangi ketergantungan terhadap impor.
Direktur Utama PT Sinergi Gula Nusantara, Mahmudi, mengatakan pihaknya siap menjalankan arahan pemerintah dengan memperkuat kolaborasi bersama pabrik gula swasta serta meningkatkan dukungan kepada petani tebu.
"Intinya kita harus melakukan percepatan swasembada gula. Arahan Bapak Menteri menjadi semangat bagi PT SGN bersama pabrik gula swasta untuk bergerak bersama-sama, terutama dengan memberikan perhatian lebih kepada petani," ujar Mahmudi.
Bentuk dukungan tersebut antara lain melalui program bantuan bongkar ratoon, penyediaan traktor, serta berbagai dukungan budidaya lainnya.
Baca juga: Presiden Prabowo Pimpin Panen Raya Tebu Nasional, SGN Optimistis Capai Swasembada Gula
"Kami optimistis target swasembada gula dalam dua tahun dapat diwujudkan," tambahnya.
Mahmudi menambahkan, keberhasilan program percepatan swasembada tidak hanya bergantung pada peningkatan kapasitas industri gula, tetapi juga pada keberhasilan meningkatkan produktivitas di tingkat petani.
Karena itu, PT SGN akan terus memperluas pendampingan, mekanisasi, serta program peremajaan tanaman sebagai bagian dari upaya bersama mewujudkan kemandirian gula nasional sesuai target pemerintah.
Baca juga: Kapasitas Giling Tebu PG Assembagoes Capai 5.500 TCD, Perkuat Kontribusi Swasembada Gula Nasional
Editor : Peni Widarti