Forum HLM : Jatim Bidik Investasi Berkualitas Jaga Ekonomi yang Tumbuh 5,96% 

Reporter : Alvian Yoananta
Kepala BI Jatim Ibrahim dalam kegiatan HLM. Foto : BI

JATIMKINI.COM, Sinergi antarotoritas diperkuat untuk menarik investasi berkualitas ke Jawa Timur. Langkah ini ditempuh demi menjaga momentum pertumbuhan ekonomi yang pada triwulan II 2026 tercatat 5,96% (yoy) dengan inflasi terkendali. 

Komitmen itu ditegaskan dalam High Level Meeting (HLM) Forum Investasi, Tim Percepatan Pertumbuhan Ekonomi Daerah (TP2ED), dan Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) yang digelar Rabu (25/6/2026) di Gedung Negara Grahadi, Surabaya. HLM ini diinisiasi Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jatim bersama Pemprov Jatim dan OJK Jatim. 

Baca juga: Penjualan Eceran Surabaya Mei 2026 Tahan Banting: Ditopang HBKN, Terjaga di 473,4 

Kepala Perwakilan BI Jatim, Ibrahim, menyebut stabilitas makroekonomi jadi modal utama gaet investor. 

"Investor tidak mencari daerah yang sempurna. Investor mencari daerah yang responsif, kolaboratif, dan punya komitmen kuat untuk terus memperbaiki diri. Jawa Timur memiliki modal tersebut," tegas Ibrahim. 

Tantangan ke depan, kata dia, adalah menghadirkan investasi yang menciptakan nilai tambah, buka lapangan kerja, perkuat hilirisasi, dan dorong ekonomi berkelanjutan. Jatim diuntungkan posisi strategis sebagai gerbang Indonesia Timur, infrastruktur yang makin baik, serta struktur ekonomi yang resilien. 

Kepala DPMPTSP Jatim, Dyah Wahyu Ermawati, mengatakan integrasi Forum Investasi, TP2ED, dan TPAKD jadi langkah strategis siapkan Investment Project Ready to Offer (IPRO), percepat kawasan industri, dan tingkatkan daya saing. Sementara Plh Kepala OJK Jatim, Horas V. M. Tarihoran, menekankan perluasan akses pembiayaan untuk investasi, UMKM, dan inklusi keuangan. 

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa mengarahkan investasi berkualitas harus seiring dengan ketahanan pangan, daya saing daerah, dan kesejahteraan rakyat. 

Baca juga: Optimisme Konsumen Jatim Tetap Tinggi di Tengah Gejolak Global

Khofifah minta percepatan penyelesaian Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B), Lahan Baku Sawah (LBS), Lahan Sawah Dilindungi (LSD), sinkronisasi tata ruang, pengembangan kawasan industri, penguatan IPRO, dan penyelesaian hambatan investasi. 

Hadir pula Deputi Bidang Statistik Sosial BPS, M. Nashrul Wajdi, yang memastikan Sensus Ekonomi 2026 akan hasilkan basis data komprehensif untuk identifikasi potensi investasi daerah. 

Rangkaian HLM ditutup dengan Launching East Java Investment Forum (EJIF) 2026 sebagai ajang promosi investasi Jatim ke investor domestik dan internasional. 

Baca juga: BI-Rate Naik Jadi 5,50%, Senjata BI Jaga Rupiah & Inflasi

BI, Pemprov Jatim, OJK, BPS, dan pemangku kepentingan berkomitmen terus perkuat sinergi demi menjadikan Jatim pusat pertumbuhan ekonomi nasional yang kompetitif, inklusif, dan berkelanjutan.

 

 

Editor : Peni Widarti

Ekonomi
Berita Populer
Berita Terbaru