RS Adi Husada Undaan Wetan Gelar Edukasi Nyeri Lutut

Reporter : Alvian Yoananta
Edukasi kesehatan lutut digelar oleh RS Adi Husada Surabaya. Foto : ist

JATIMKINI.COM, Dalam rangka meningkatkan layanan kesehatan, RS Adi Husada Undaan Wetan Surabaya terus melakukan langkah strategis. Salah satunya dengan mengadakan edukasi kesehatan.

Melalui Seminar Awam bertajuk “Jangan Biarkan Lutut Membatasi Langkah Anda” yang diadakan pada Sabtu, (23/05/26) di RS Adi Husada Undaan Wetan Surabaya, Masyarakat diajak peduli terhadap kesehatan sendi lutut dan pinggul sejak dini.

Baca juga: Kawal Ketat APBD, DPRD Jatim Bidik Kesejahteraan Warga

Menariknya, RS Adi Husada Undaan Wetan Surabaya menghadirkan 2 narasumber spesialis yaitu dr. Faesal Abdarrab Maodah Sp. OT, (K) Hip & Knee dan Hasyim Asy’ari, A.Md.Ft

Sesi pertama, dr. Faesal Abdarrab Maodah mengajak masyarakat untuk tidak mengabaikan nyeri lutut. Karena, menurut dr. Faesal nyeri lutut adalah keluhan yang dapat disebabkan oleh cedera, peradangan, keausan sendi, maupun penyakit sistemik.

“Sedangkan, penanganannya tergantung pada penyebab nyeri lutut yang mendasari. Seperti, penyebab akut seperti cedera atau benturan langsung, penyebab kronis seperti cedera berulang dan penyebab Non Trauma seperti asam urat,” ucap dr. Faesal.

Sedangkan untuk diagnosis nyeri lutut bisa dilakukan melalui riwayat trauma, pemeriksaan fisik, pemeriksaan radiologi (X-ray, CT scan, MRI) atau pemeriksaan laboratorium.

“Nyeri lutut tidak boleh diabaikan karena dapat disebabkan oleh cedera maupun penyakit degenerative,” terangnya.

Menurut dr. Faesal, diagnosis dan terapi yang tepat sangat penting untuk mencegah kerusakan lebih lanjut dan mempertahankan kualitas hidup pasien. Tatalaksana bisa dimulai dari pengobatan, rehabilitasi medis, hingga operasi sesuai dengan derajat keparahannya.

Bagi masyarakat yang ingin melakukan konsultasi maupun pengecekan bisa mengunjungi Surabaya Hip & Knee Clinic yang berada di RS Adi Husada Undaan Wetan setiap Senin, Selasa, dan Kamis (15.00-17.00) atau Sabtu (10.00-12.00).

Sesi kedua, Hasyim Asy’ari, A.Md.Ft memaparkan terkait pengertian Osteoarthritis (OA) Lutut. Dimana, Osteoarthritis lutut adalah penyakit degeneratif pada sendi lutut yang ditandai dengan kerusakan tulang rawan (kartilago).

"Kondisi ini menyebabkan nyeri, kekakuan, dan keterbatasan gerak, terutama pada usia lanjut,” tandas Hasyim.

Baca juga: Perluas Jaringan Layanan Kesehatan, RS Kemenkes Gandeng Nayaka Era Husada

Sedangkan, lanjut Hasyim, tujuan Fisioterapi pada OA Lutut untuk mengurangi nyeri, meningkatkan fungsi gerak, memperkuat otot sekitar lutut, serta meningkatkan kualitas hidup pasien.

Sedangkan, faktor risiko OA Lutut sendiri karena usia lanjut, obesitas, riwayat cedera lutut, aktivitas berat berulang, kelemahan otot paha hingga faktor genetik. Untuk gejala OA Lutut diantaranya, nyeri saat beraktivitas, kaku pagi hari kurang dari 30 menit, bunyi “krepitasi” hingga sulit berjalan atau naik tangga.

Oleh karena itu, pentingnya melakukan latihan dengan intensitas ringan–sedang, rutin, bertahap, dan tidak menimbulkan nyeri berlebihan. Seperti, latihan ROM (Range of Motion), peregangan, latihan aerobic atau keseimbangan.

“OA lutut menyebabkan nyeri dan keterbatasan fungsi. Namun, latihan fisioterapi yang tepat dan rutin dapat membantu mengurangi gejala serta meningkatkan kualitas hidup pasien. Setiap orang memiliki tingkat latihan tersendiri tergantung seberapa parah kondisinya,” ungkap Hasyim.

Bagi pasien yang ingin melakukan konsultasi atau rehabilitasi bisa mengunjungi Klinik Rehabilitasi Medik RS Adi Husada Undaan Wetan setiap Senin – Sabtu (07.00-20.00). 

Baca juga: RS Kemenkes Surabaya Luncurkan Layanan Kedokteran Nuklir dan Radioterapi Berbasis Kolaborasi

 

 

 

 

 

Editor : Peni Widarti

Ekonomi
Berita Populer
Berita Terbaru