Operasi Ketupat 2026 Siapkan 16.326 Personel Gabungan ‎

Reporter : Hamida Soetadji
Operasi Ketupat 2026 libatkan personil gabungan Polri, TNI dan Provinsi Jatim. 238 pos siaga untuk mengamankan liburan dan perayaan Hari Raya Lebaran. (Foto : Hamida Soetadji / Jatimkini.com )

JATIMKINI.COM, Apel Gelar Operasi Ketupat 2026 dilaksanakan di Mapolda Jatim beserta jajaran provinsi Jawa Timur dan TNI. Operasi ketupat dipersiapakan untuk pengamanan jelang lebaran Idul Fitri. Kegiatan apel  ini serentak dilaksanakan jajaran Polda Jatim mulai dari Polres hingga polsek dan Provinsi. 

‎ Kapolda Jatim Irjen Nanang Avianto mengatakan, gangguan kamtibmas selama bulan ramadan sejauh ini tidak mengalami kendala. Sehingga kegiatan ibadah dapat dilaksanakan masyarakat dengan tenang dan nyaman. 

‎“Operasi ketupat tentunya akan lebih baik lagi dan lebih disempurnakan, sebelumnya Polda Jatim melaksanakan operasi pekat semeru. Kegiatan operasi pekat semeru untuk mengantisipasi hal yang tidak mengganggu kegiatan ramadan sampai nanti menjelang takbiran”ujar Kapolda, Rabu (12/3/2026).  

‎Disamping itu lebaran yang berdekatan dengan peringatan hari nyepi juga menjadi konsentrasi Polda Jatim. Peningkatan keamanan dan kenyamanan terutama daerah perbatasan Jawa – Bali. 

‎“Dalam rangakaian kegiatan jelang lebaran nanti ada Hari Raya Nyepi, pengamanan juga dilakukan pada saat Hari Raya Nyepi yang berdekatan dengan Hari Raya Lebaran,”ujar jenderal bintang dua ini. 

‎Kegiatan pengaman jauh sebelumnya sudah dipersiapkan di tempat – tempat ibadah dan pemusatan masyarakat, baik itu akan melaksanakan ibadah maupun ritual do’a bersama dan kegiatan silaturahmi dengan keluarga. 

‎“Dalam kesempatan ini Kapolda juga menyampaikan, persiapan seluruh pos pengamanan sudah dipersiapkan. Kekuatan pengamanan saat ini kurang lebih ada 16.326 personel,”tuturnya.

‎Personil gabungan pengamanan tersebut diantaranya, kepolisian 9.696 personel,TNI 1300 personel,  Dishub, Satpol PP dan instansi lainnya 5.404 personel. Sementara pos pengaman yang tersebar 238 pos yang terdiri dari 127 pos pam, 45 pos pelayanan dan 21 pos terpadu. 

‎“Pendirian pos untuk mengamankan 20.097 ribu titik yang menjadi bagian fokus pengamanan kita. Sedangkan untuk titik kerawanan sudah dipetakan dan antispasi. Baik isu masalah terorisme, ormas  maupun masalah kelangkaan harga sembako maupun BBM,”tuturnya. 

‎Tidak hanya itu, antispasi juga dilakukan dalam kegiatan konvensional, balap liar, narkoba , petasan, laka kereta api dan bencana metereologi. Kegiatan pengamanan ini dilaksanakan menjelang sampai akhir kegiatan Hari Raya Lebaran.

Baca juga: Kapolri Ajak Satukan Tekad Menuju Indonesia Emas 2045 ‎

Editor : Ali Topan

Ekonomi
Berita Populer
Berita Terbaru