Menhaj Opsi Strategis Bandara Dhoho Kediri layak Angkut Jemaah Haji

Reporter : Achmad Arif
Menteri Haji dan Umrah  (Menhaj ) Republik Indonesia, Mochammad Irfan Yusuf, langsung meninjau fasilitas Bandara Dhoho Kediri, Jawa Timur ( Foto : Dok. Menhaj )

JATIMKINI.COM, Menteri Haji dan Umrah  (Menhaj ) Republik Indonesia, Mochammad Irfan Yusuf, langsung meninjau fasilitas Bandara Dhoho Kediri, Jawa Timur untuk persiapan keberangkatan para jemaah umrah dari wilayah Jawa Timur

Dikutip laman resmi Menteri Haji dan Umrah  Irfan Yusuf mengatakan, sesuai arahan Presiden RI, Prabowo Subianto meminta kualitas layanan umrah harus baik serta perlindungan bagi bagi calon jemaah haji

Baca juga: Kloter Pertama Haji Mendarat di Juanda, Sambut Kepulangan Tamu Allah

“Kehadiran kementerian ini adalah amanat besar untuk memastikan jamaah kita memperoleh pelayanan terbaik, mulai dari hulu hingga hilir,” kata Irfan Yusuf dalam peninjauan langsung ke Bandara Dhoho Kediri kemarin

Menhaj menekankan komitmen pemerintah dalam memperkuat tata kelola serta ekosistem penyelenggaraan Haji dan Umrah. Indonesia, yang setiap tahun memberangkatkan sekitar 1,5 juta jamaah umrah, membutuhkan konektivitas udara yang efisien, kolaborasi erat dengan berbagai pemangku kepentingan, serta solusi inovatif untuk menjawab kebutuhan layanan yang terus dinamis.

Baca juga: Kemeneg Minta Maaf Atas Ketidak Nyaman Haji 2025. Namun Ada Terobosan Baru. Apa Itu

Selain itu, Menhaj juga menyoroti kondisi Bandara Juanda Surabaya yang saat ini telah beroperasi melampaui kapasitas optimal, sehingga diperlukan alternatif bagi pergerakan jamaah umrah dari Jawa Timur. Dalam konteks tersebut, Bandara Dhoho Kediri dipandang sebagai opsi strategis. Dengan infrastruktur modern dan bandara ini dinilai memiliki nilai ekonomis dan fleksibilitas operasional bagi maskapai.

“Bandara Dhoho memiliki potensi besar untuk menjadi hub penting bagi pasar umrah Jawa Timur yang terus tumbuh. Ini peluang besar untuk menghadirkan layanan keberangkatan yang lebih dekat, mudah, dan efisien bagi masyarakat,” ujarnya.

Baca juga: Program Murur dan Safari Wukuf Lansia Khusus Gratis. Jika Ada Minta Pungutan. Laporkan !

Menhaj menegaskan , bahwa keberhasilan ekosistem Haji dan Umrah sangat bergantung pada kemitraan erat antara Kementerian Haji dan Umrah, pemerintah daerah, bandara, maskapai, dan seluruh pemangku kepentingan lainnya. Karena itu, ia mengajak semua pihak untuk bekerja bersama memastikan setiap jamaah dapat beribadah dengan aman, nyaman, bermartabat, dan terjangkau.

 “Kita ingin membangun kemitraan yang berkelanjutan demi meningkatkan kualitas perjalanan Haji dan Umrah bagi masyarakat Indonesia,” pungkas Gus Irfan sapaannya

Editor : Ali Topan

Ekonomi
Berita Populer
Berita Terbaru