PLN Gerak Cepat Salurkan Bantuan Pasca Erupsi Gunung Semeru di Lumajang

Reporter : Achmad Arif
PT PLN (Persero) melalui program PLN Peduli dan Yayasan Baitul Maal (YBM) bergerak cepat menyalurkan bantuan bagi warga terdampak.

JATIMKINI.COM - Pasca erupsi Gunung Semeru yang terjadi pada Rabu (19/11), PT PLN (Persero) melalui program PLN Peduli dan Yayasan Baitul Maal (YBM) bergerak cepat menyalurkan bantuan bagi warga terdampak. Bantuan darurat tersebut meliputi diapers, makanan siap saji, obat-obatan, selimut, masker, dan berbagai kebutuhan penting lainnya. Tidak hanya itu, PLN juga mendirikan dapur darurat untuk memenuhi kebutuhan logistik para pengungsi.

PLN menyalurkan bantuan secara berkala di tiga titik lokasi di Desa Supiturang, Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang. Selain distribusi bantuan, petugas PLN juga terjun langsung untuk mengevakuasi warga dari zona merah yang masih berpotensi bahaya.

Baca juga: Dukung Pertumbuhan Ekonomi, PLN Operasikan 247 Pelanggan TM di Jawa Timur

Untuk menjaga keamanan sistem kelistrikan, PLN terus berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Lumajang. Hingga Kamis pagi, PLN mencatat kerusakan berupa 10 tiang listrik patah atau hilang, serta Gardu Distribusi berkapasitas 100 kVA yang menyuplai sekitar 100 pelanggan terendam lahar. Sementara itu, sejumlah warga masih berada di tempat pengungsian.

Baca juga: PLN Siapkan Suplai Listrik Andal untuk Kawasan BKMS

General Manager PLN Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Timur, Ahmad Mustaqir, memastikan bahwa PLN telah melakukan pengecekan menyeluruh terhadap aset-aset yang terdampak erupsi.

“Saat ini kami terus berkoordinasi dengan BPBD dan stakeholder setempat untuk memastikan kondisi aman dan siap untuk melaksanakan recovery pada jaringan yang terdampak. Kami juga akan menyalurkan bantuan tambahan dari YBM PLN dan PLN Peduli. Semoga dapat meringankan beban warga terdampak,” ujar Ahmad.

Baca juga: PLN Sukses Jaga Keandalan Sistem Kelistrikan Selama Kejurprov Voli U-19 di Banyuwangi

Upaya pemulihan jaringan kelistrikan akan dilakukan secepat mungkin setelah kondisi dinyatakan aman oleh pihak berwenang.

Editor : Ali Topan

Ekonomi
Berita Populer
Berita Terbaru