JATIMKINI.COM, PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) selaku Subholding Gas Pertamina menyediakan layanan Bahan Bakar Gas (BBG) dengan nama produk ‘Gasku’ khususnya di Surabaya yang dikelola oleh anak usaha PGN yakni PT Gagas Energi Indonesia (Gagas) dengan station pengisian BBG berada di SPBG Ngagel.
Keberadaan SPBG Ngagel ini menjadi bentuk komitmen PGN dalam mendukung pemerintah terutama program konversi Bahan Bakar Minyak (BBM) ke BBG, agar masyarakat menggunakan bahan bakar kendaraan yang lebih ramah lingkungan.
Baca juga: PGN Sukses Turunkan Emisi Karbon Hingga 24.861 Ton CO₂e
Selama ini SPBG Ngagel telah melayani konsumen di berbagai sektor usaha seperti transportasi, industri, hingga hotel, kafe, restoran (horeka). SPBG ini berkapasitas 4.000-4.500 liter setara premium (LSP) per hari atau mampu melayani 300 - 400 unit kendaraan.
Konsumen di sektor transportasi berkontribusi 30n sektor industri berperan 70% terhadap total penjualan BBG di SPBG Ngagel.
Harga BBG per LSP dibanderol Rp4.500, sehingga pengguna BBG dapat menikmati bahan bakar dengan harga yang efisien. Pengguna Gasku dapat menghemat biaya energi sekitar 30% – 55% jika dibandingkan dengan BBM subsidi maupun non subsidi.
Pembakaran mesin juga menjadi lebih bersih, karena Gasku memiliki nilai oktan yang cukup tinggi sehingga pembakaran menjadi lebih sempurna. Gasku pada dasarnya dapat digunakan oleh berbagai kendaraan.
Untuk dapat menggunakan BBG, kendaraan harus memasang converter kit sebagai sistem tambahan pembakaran mesin kendaraan yang tadinya hanya bisa menggunakan BBM, dapat bekerja menggunakan BBG. Kendaraan yang sudah menggunakan converter kit akan memiliki 2 jenis bahan bakar (dual fuel) yang dapat digunakan secara bergantian. Investasi untuk memasang converter kit diperkirakan sekitar Rp20 jutaan.
Menurut Heru Wibowo, seorang pengemudi taksi Blue Bird yang rutin mengisi BBG di SPBG Ngagel menyebut penggunaan Gasku ini sangat efisien dan emisinya ramah lingkungan. Secara biaya juga jauh lebih murah dibandingkan menggunakan BBM.
“Saya mengisi gas dengan harga Rp65.000, dan itu saya pakai untuk jarak tempuh kurang lebih 120 km - 130 km ke luar kota, atau 140 km kalau dalam kota. Sedangkan pakai bensin, dengan kecepatan 80km/jam, dengan jarak yang sama, butuh biaya Rp130.000. Jadi pakai gas sangat murah,” ungkapnya.
Baca juga: Sekolah Energi Berdikari : PGN Salurkan Bantuan Bagi SDN Jogosari Pandaan & SDN Jetak Bromo
Baca juga: PGN Aktif Berdayakan Ekonomi Masyarakat dan Pelestarian Lingkungan
Editor : Peni Widarti