TPS Perkuat Prinsip ESG Lewat Rehabilitasi Mangrove di Pesisir Surabaya

Reporter : Rochman Arief
TPS memperkuat komitmen terhadap implementasi ESG dengan memperbanyak tanaman mangrove di sekitar pesisir pantai Surabaya. (foto: dok.TPS)

JATIMKINI.COM, Di tengah geliat aktivitas bongkar muat kontainer di Pelabuhan Tanjung Perak, hutan mangrove memiliki kehidupan yang butuh perhatian. Di sanalah, PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS) menjalankan komitmennya terhadap keberlanjutan lingkungan.

Langkah ini menjadi bagian dari implementasi prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) yang terus diperkuat. Sejak 2010, TPS konsisten merehabilitasi dan konservasi kawasan mangrove di sekitar wilayah operasionalnya. Hingga 2025, tercatat seluas 22,7 hektare kawasan hutan mangrove berhasil dijaga keberlanjutannya.

Baca juga: Mageri Segoro, Pelindo Petikemas Dukung Program Gubernur Jateng

“Sebagai pelabuhan peti kemas modern, kami memastikan setiap langkah bisnis selaras dengan kepedulian terhadap lingkungan dan masyarakat,” ujar Erika A. Palupi, Sekretaris Perusahaan TPS, kepada wartawan. “Mangrove menjadi simbol komitmen jangka panjang kami terhadap bumi dan keberlanjutan,” jelasnya menambahkan.

Komitmen terhadap prinsip ESG di TPS tidak berhenti pada slogan. Sejak awal, pelestarian mangrove dijadikan fondasi untuk menjaga keseimbangan antara kinerja ekonomi dan tanggung jawab ekologis.

Mangrove berperan vital dalam menjaga ekosistem pesisir. Akar-akar yang kuat mampu menahan abrasi, mencegah banjir rob, dan menjadi habitat alami bagi berbagai biota laut. Di sisi lain, mangrove juga berfungsi sebagai penyerap karbon alami (carbon sink), sehingga berkontribusi dalam mitigasi perubahan iklim global.

Karena itu, bagi TPS, merawat mangrove berarti menjaga keseimbangan antara industri pelabuhan dan kelestarian alam pesisir. “Bagi kami, mangrove bukan sekadar pohon di pesisir, melainkan benteng kehidupan. Menjaganya adalah investasi jangka panjang untuk masa depan lingkungan dan generasi mendatang,” lanjut Erika.

Baca juga: TPS dan Upaya Membangun Budaya Aman di Pelabuhan

Pada 2022, TPS memperluas program konservasi dengan menggandeng petani mangrove Wonorejo. Mereka menanam 10.000 bibit mangrove yang telah didistribusikan melalui program donasi oksigen dan kegiatan penyulaman di Kelurahan Tambak Sarioso, Kecamatan Asemrowo.

Upaya ini tidak berhenti di situ. Tahun 2025, TPS kembali memperkuat sinergi dengan Kelompok Usaha Bersama (KUB) Mandiri Lestari Surabaya. Ini merupakan komunitas pesisir yang aktif dalam pembibitan dan penanaman mangrove. 

Kolaborasi ini menghasilkan pembibitan tambahan 10.000 bibit mangrove guna memperluas kawasan hijau dan memperkuat ketahanan ekosistem.

Baca juga: PLN Wujudkan Lingkungan Berkelanjutan Lewat Pengelolaan Limbah B3

Selain menanam, TPS juga menjalankan program edukasi, monitoring, dan regenerasi ekosistem mangrove. Kegiatan ini melibatkan masyarakat sekitar agar pelestarian tidak hanya bersifat seremonial, tetapi menjadi gerakan kolektif.

Kini, TPS tengah menyiapkan sistem pengukuran manfaat berbasis dampak (impact-based program) untuk memastikan efektivitas program pelestarian mangrove. Pengukuran ini mencakup aspek lingkungan, yang meliputi penyerapan karbon dan keanekaragaman hayati, serta manfaat sosial bagi masyarakat pesisir.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan memastikan setiap inisiatif keberlanjutan memiliki nilai terukur, baik bagi ekosistem maupun komunitas sekitar pelabuhan.

Editor : Rochman Arief

Ekonomi
Berita Populer
Berita Terbaru