PLN NP dan Petani Tuban Ubah Limbah Jagung Jadi Energi Terbarukan

Reporter : Rochman Arief
Petani jagung di Tuban memanfaatkan ekonomi sirkular dari sampah jagung untuk dijadikan bahan bakar biomassa co-firing. (foto: dok.PLN NP)

JATIMKINI.COM, Di Tuban, jagung bukan urusan pangan. Dari bonggol hingga jerami, limbahnya kini bertransformasi menjadi energi hijau berkat langkah strategis PLN Nusantara Power (PLN NP). 

Melalui Unit Pembangkitan Tanjung Awar-Awar, perusahaan listrik ini mulai mengolah limbah pertanian menjadi bahan bakar biomassa untuk co-firing di Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU).

Baca juga: PLN Nusantara Power Edukasi Peternak Tuban untuk Cegah PMK dan LSD

Tidak salah jika Tuban memang dikenal sebagai salah satu sentra jagung nasional dengan produksi lebih dari 760 ribu ton per tahun. Angka itu otomatis melahirkan jutaan ton limbah pertanian. 

Selama bertahun-tahun, limbah seperti bonggol dan jerami jagung kerap dibakar langsung di lahan. Tentu pembakaran ini memicu emisi gas rumah kaca. Kini, pola itu perlahan berubah.

PLN NP menggandeng Koperasi Energi Cakrawala Nusantara (ECN) untuk mengelola pasokan limbah jagung. Dengan dukungan mesin hammer mill berkapasitas 2 ton per jam dari program CSR PLN NP, koperasi mampu memproduksi biomassa hingga 8 ton per hari. 

Baca juga: BioCNG, Senjata Baru PLN NP Menuju Net Zero Emission 2060

Skema ini memungkinkan petani menjual limbah jagung yang sebelumnya tidak bernilai, menjadi sumber pendapatan tambahan.

“Pemanfaatan limbah jagung menjadi biomassa co-firing di PLTU Tanjung Awar-Awar adalah bukti bahwa transisi energi dapat berjalan seiring dengan pemberdayaan ekonomi masyarakat,” kata Direktur Utama PLN NP, Ruly Firmansyah. 

“Kami tidak hanya menekan emisi karbon, tetapi juga menciptakan nilai tambah bagi petani lokal yang selama ini kesulitan mengelola limbah pertaniannya,” imbuhnya.

Baca juga: Co-Firing dan Ambisi Energi Bersih PLN Nusantara Power

Program ini tak hanya soal inovasi energi, tapi juga selaras dengan Permen ESDM No. 12 Tahun 2023 mengenai pemanfaatan biomassa co-firing di PLTU. Langkah tersebut mendukung target bauran Energi Baru Terbarukan (EBT) nasional sekaligus membangun ekosistem energi hijau berbasis kolaborasi masyarakat.

Bagi petani Tuban, jagung kini tak berhenti pada panen bijinya saja. Limbah yang dulu dianggap beban telah menemukan nilai baru: sebagai bagian dari transisi energi Indonesia menuju masa depan rendah karbon.

Editor : Rochman Arief

Ekonomi
Berita Populer
Berita Terbaru