Apartemen Kepiting Soka: Cara Terminal Teluk Lamong Rawat Laut dan Nelayan Pesisir

Reporter : Rochman Arief

JATIMKINI.COM, Deretan bambu dan wadah bertingkat tersusun rapi di sebuah balai RW di Kelurahan Romokalisari, Surabaya. Bagi sebagian orang, bangunan kecil itu sekadar rak kayu. Namun bagi nelayan pesisir di sekitar Terminal Teluk Lamong (TTL), inilah masa depan: apartemen kepiting soka.

Program ini lahir dari kolaborasi PT Terminal Teluk Lamong (TTL) bersama PT Pelindo Terminal Petikemas (SPTP). Tiga kelurahan di wilayah ring 1—Romokalisari, Tambak Osowilangun, dan Tenggulunan—menjadi lokasi awal pengembangan. 

Baca juga: Arus Peti Kemas di Terminal Teluk Lamong Catat Rekor Tertinggi Sepanjang 2025

Ini bukan sekadar proyek singkat, program ini merupakan lanjutan dari pelatihan budi daya kepiting soka yang digelar sejak Agustus 2024.

Nelayan yang sebelumnya hanya bergantung pada hasil tangkapan harian kini mendapat pendampingan intensif: mulai dari persiapan, penyediaan sarana-prasarana, hingga monitoring program. 

Struktur bertingkat apartemen kepiting memberi keuntungan praktis: mengurangi risiko kanibalisme, menata ruang pemeliharaan lebih rapi, dan memudahkan panen.

Baca juga: Lonjakan Arus Peti Kemas di TPK Berlian: Momentum Jelang Natal dan Tahun Baru

“Dengan potensi yang ada, kami berharap program ini membuka peluang UMK pesisir memperluas akses pasar,” ujar Syaiful Anam, Corporate Secretary TTL, saat peresmian program. Ia menekankan konsep apartemen kepiting bukan soal bisnis, tapi juga menjaga keseimbangan ekosistem pesisir lewat habitat buatan yang ramah lingkungan.

Di balik istilah yang terdengar unik, apartemen kepiting sebenarnya adalah simbol inovasi. Alih-alih sekadar mengajari nelayan memelihara kepiting, TTL ikut menanamkan pemahaman soal filtrasi air, pemilihan bibit, hingga konsep pakan. 

Pendampingan ini memastikan program tidak berhenti di pelatihan, melainkan menjadi keterampilan berkelanjutan.

Baca juga: ISPS Code di TPK Lamong: Latihan Keamanan Maritim dan Antisipasi Ancaman Siber

Dukungan juga datang dari pemerintah lokal. Denny Christupel Tupamahu, Camat Benowo, menilai program ini bukan hanya inovatif, tapi juga pewarisan ilmu. “Ilmunya bisa diturunkan ke generasi selanjutnya. Harapannya budi daya kepiting soka berkembang, memenuhi kebutuhan pasar, bahkan bisa menembus ekspor,” ujarnya.

Bagi masyarakat pesisir, laut adalah dapur sekaligus halaman depan rumah. Namun tekanan eksploitasi dan keterbatasan teknologi sering membuat mereka berada di posisi rentan. Apartemen kepiting soka menjadi salah satu upaya TTL dan Pelindo Group untuk menjawab masalah itu: menghadirkan model bisnis perikanan yang berkelanjutan, sekaligus membuka jalan baru bagi ekonomi pesisir.

Editor : Rochman Arief

Ekonomi
Berita Populer
Berita Terbaru