Isu PHK Massal Gudang Garam Hoax. Ini Penjelasan Disnakertrans Jatim

Reporter : Achmad Arif
Kepala Disnakertrans Jatim, Sigit Priyanto menanggapi soal isu PHK Gudang Garam ( Foto : istimewa)

JATIMKINI.COM,Beredarnya informasi Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) massal terhadap ribuan buruhnya PT Gudang Garam Tbk (GGRM) mulai mendapatkan tanggapan dari Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Jawa Timur.
‎
‎Menurut Kepala Disnakertrans Jatim, Sigit Priyanto, beredarnya informasi PHK besar bagi buruh GGRM merupakan tidak benar. sebenarnya,  yang terjadi adalah program pensiun dini yang ditawarkan perusahaan kepada para karyawan GGRM.
‎
‎"Kami sudah koordinasi dengan Disnaker Kediri, ternyata itu adalah program pensiun dini, bukan PHK massal,” jelas Sigit, di Surabaya ,Selasa, (9/9/2025 )
‎
‎Sigit menjelaskan, berdasarkan data sementara, sekitar 200 karyawan Gudang Garam telah mengajukan diri mengikuti program pensiun dini. Dari jumlah tersebut, 14 orang tercatat mendekati usia pensiun, sedangkan sisanya masih bervariasi dan sedang dalam proses pendataan oleh Disnaker Kediri.
‎
‎Pemerintah daerah berencana memanfaatkan data tersebut untuk memberikan pembinaan lanjutan kepada para pekerja yang pensiun dini.
‎
‎“Kalau ada nama dan alamat, nanti kita bisa lakukan pelatihan melalui Balai Latihan Kerja (BLK). Misalnya dilatih wirausaha, membuat kue, hingga membuka kafe. Harapannya, pesangon yang diterima bisa dimanfaatkan untuk usaha,” ujar Sigit.
‎
‎Sigit menegaskan pula, bahwa  pemerintah daerah mendorong agar perusahaan tidak mengambil langkah PHK massal. Program pensiun dini diharapkan menjadi jalan tengah yang lebih manusiawi bagi pekerja maupun perusahaan.
‎
‎Terkait isu PHK besar di lingkungan Gudang Garam dipicu oleh tingginya tarif cukai rokok dan maraknya peredaran rokok ilegal saat ini.
‎
‎Sigit menilai hal tersebut lebih dipengaruhi oleh faktor internal perusahaan.
‎

Baca juga: Top! Tambang Emas Tujuh Bukit Catat 8 Juta Jam Kerja tanpa Kecelakaan

Editor : Ali Topan

Ekonomi
Berita Populer
Berita Terbaru