Pertamina Goes to Campus 2026 : Menyiapkan Generasi Kreatif Energi Masa Depan

Reporter : Peni Widarti
Penggung kegiatan PGTC 2026 di ITS. Foto : Peni Widarti

JATIMKINI.COM, Di tengah tantangan transisi energi dan kebutuhan energi nasional yang terus meningkat, Pertamina mulai membangun pondasi SDM sejak dini.

Melalui Pertamina Goes to Campus (PGTC) 2026 bertajuk Igniting the Future: Ideas and Action to Drive Impact, Pertamina membongkar dapur industri energi nasional. Tujuannya, untuk memastikan generasi muda siap menjadi nahkoda dalam mengelola BBM dan Energi Baru Terbarukan (EBT) di masa depan, agar kedaulatan energi Indonesia tidak tergantung pada generasi hari ini saja.

Baca juga: PLN UIT JBM Dan PT MCG Perkuat Keandalan Penyaluran Energi Hijau di Banyuwangi

Pertamina Goes to Campus merupakan agenda rutin tahunan. Tahun ini, Pertamina Goes to Campus di gelar di sejumlah wilayah seperti kampus ITB Bandung, Universitas Andalas Padang, di Kendari serta di Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya pada Selasa (15/9/2026).

Corporate Secretary PT Pertamina Patra Niaga, Roberth Marcelino Verieza Dumatubun mengatakan, di Surabaya, ITS dipilih sebagai lokasi PGTC mengingat ITS selama ini memberikan kontribusi secara teknologi bagi Pertamina, sekaligus telah menghasilkan sarjana/lulusan-lulusan yang kini bekerja di Pertamina.

“Kegiatan PGTC di ITS ini cukup spesial karena kita bisa menghadirkan 4 direktur dari Pertamina Patra Niaga yang keempatnya adalah alumni ITS,” ungkapnya di sela-sela PGTC, Selasa (15/9/2026).

Ia memaparkan, PGTC ini digelar untuk memberikan pemahaman dan informasi, serta memberikan pengetahuan, terutama bagi mahasiswa agar mereka bisa lebih dini mempersiapkan diri, baik dari sisi akademis maupun dari sisi pengalaman organisasi sehingga kemudian menjadi unggulan dari talent-talent yang memang dibutuhkan oleh Pertamina secara keseluruhan.

“Harapannya, ini memberikan gambaran bagaimana kondisi ataupun keadaan soal ketahanan energi di Indonesia. Bagaimana anak-anak muda mahasiswa dengan latar belakang pendidikan berbagai macam ilmu, khususnya tentang teknik ataupun teknologi di ITS itu punya gambaran apa yang nantinya akan dilakukan. Pertamina saat ini kami sudah bergerak, tidak saja di bisnis energi fosil, tapi kami juga sudah bergerak di energi yang baru terbarukan,” paparnya.

Selain itu, lanjutnya, Pertamina juga memberikan pemahaman terkait solar panel, biomass, serta pemanfaatan energi terbarukan yang tidak dipungkiri akan menjadi tantangan ke depan. 

“Kami berharap mahasiswa itu yang akan membawanya nanti, karena Pertamina ke depa, dalam bisnis energi tidak saja dari energi fosil untuk BBM, LPG dan sebagainya, tapi juga tetap menjaga kedaulatan energi melalui energi terbarukan,” imbuhnya.

Corsec Pertamina Patra Niaga Roberth Marcelino Verieza Dumatubun (kiri) di sela-sela gelaran PGTC 2026 di ITS. FOTO : Peni Widarti

Baca juga: Pertamina Patra Niaga Optimalisasi Sarana LPG Melalui Eksistensi STS di Teluk Kalbut

Pertamina berharap, ketahanan energi itu tidak lagi menjadi sebuah problem di kemudian hari, dan Indonesia menjadi negara yang berdaulat. Menurutnya, kunci dari negara berdaulat itu salah satunya harus berdaulat energi. 

“Supaya kita tidak tergantung dengan negara lain, dan tentunya siapa lagi yang bisa menjaga. Kita harus siapkan generasi-generasi muda yang memiliki daya juang, memiliki kreativitas. Tapi juga dilengkapi dengan pengetahuan dan juga keilmuan yang mumpuni,” tutupnya.

Tak hanya itu, Pertamina juga membuka seluas-luasnya kesempatan bagi mahasiswa untuk mengikuti magang, PKL atau internship. Setidaknya, mahasiswa yang memiliki pengalaman magang di Pertamina memiliki added value ketika mencari pekerjaan setelah lulus, termasuk untuk bekerja di Pertamina.

Dalam gelaran PGTC 2026 di ITS ini, Pertamina juga membawa sejumlah tenant UMKM binaan untuk memasarkan produknya di kalangan mahasiswa. Langkah ini juga menjadi salah satu upaya Pertamina untuk berkontribusi dalam menggerakkan roda perekonomian di Surabaya.

Dalam sambutannya, Rektor Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Prof. Bambang Pramujati mengapresiasi Pertamina karena menjadikan ITS sebagai salah satu lokasi pelaksanaan kegiatan yang bertujuan mendekatkan mahasiswa dengan dunia industri, khususnya sektor energi. 

Baca juga: Viral Harga BBM Bakal Naik, Pertamina Sebut Informasi Beredar itu Invalid

“PGTC menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk mengenal lebih dekat Pertamina, mulai dari industri, inovasi, hingga peluang pengembangan karier,” ujarnya.

Ia pun mendorong mahasiswa memanfaatkan PGTC untuk memahami kebutuhan industri sekaligus membuka peluang magang.

“Dengan magang, mahasiswa akan tahu lebih cepat relevansi apa yang dipelajari di kampus dengan kebutuhan industri. Sehingga ketika lulus, mereka sudah tahu apa yang harus disiapkan untuk masuk ke industri tersebut,” tutupnya.

 

 

Editor : Peni Widarti

Ekonomi
Berita Populer
Berita Terbaru