JATIMKINI.COM, Jelang musim panen tembakau di wilayah Sumenep tahun ini Paguyuban Pengusaha Rokok (PPR) Kabupaten Sumenep meminta para pelaku industri rokok untuk memprioritaskan penyerapan hasil panen tembakau petani lokal khususnya wilayah Sumenep
Ketua PPR Kabupaten Sumenep, H. Syafwan Wahyudi secara tegas mengatakan, bahwa industri hasil tembakau memiliki kewajiban moral untuk merawat sinergi dengan petani.
Menurutnya, petani lokal bukan sekadar pemasok bahan baku, melainkan pilar utama keberlanjutan industri rokok di Madura.
"Ketika perusahaan rokok mengutamakan hasil panen petani Sumenep, perputaran ekonominya akan langsung dirasakan oleh masyarakat kita sendiri mulai dari petani, buruh tani, hingga sektor pendukung lainnya. Ini adalah bentuk nyata dukungan industri terhadap keberdayaan ekonomi daerah," tegas Haji Udik sapaannya
Intinya kata Haji Udik, ada perubahan pola hubungan bisnis menjadi kemitraan saling menguntungkan (win-win solution).
Menurutnya, petani membutuhkan kepastian pasar serta harga yang adil, sementara pabrikan memerlukan pasokan tembakau berkualitas secara berkelanjutan
Lebih lanjut Haji Udik mengungkapkan, guna mendorong agar ruang komunikasi antara pabrikan rokok dan kelompok tani sudah dibuka sejak awal musim tanam, bukan sekadar saat panen tiba.
"Komunikasi tidak boleh transaksional saat panen saja. Sejak awal tanam harus ada kesepahaman bersama mengenai kriteria kualitas, volume kebutuhan pabrik, hingga transparansi mekanisme pembelian," kata Haji Udik.
Pengusaha rokok ini juga memberi pesan para petani tembakau agar tetap memegang teguh standar mutu tanaman. Petani diminta untuk tidak terburu-buru memetik daun tembakau sebelum mencapai tingkat kematangan optimal.
Haji Udik menyebutkan, bahwa kualitas mutu daun merupakan faktor kunci yang menentukan bargaining position (daya tawar) dan nilai jual tembakau Sumenep di mata industri.
Ia berharap, perlu adanya sinergi yang lebih solid antara pemerintah daerah, pelaku usaha, dan elemen masyarakat tani. Kolaborasi yang erat diyakini sanggup membawa sektor pertembakauan di Kabupaten Sumenep menjadi lebih kompetitif, mandiri, dan berdampak luas bagi kesejahteraan publik
"Semakin konsisten kita menjaga mutu tembakau, semakin tinggi pula kepercayaan pabrikan untuk terus menyerap hasil panen dari Sumenep. Keuntungan ini pada akhirnya akan kembali ke tangan petani," pungkasnya
Editor : Ali Topan